CSIS: Pekerja lepas digital perkuat ketahanan ekonomi, ini buktinya

CSIS: Pekerja lepas digital perkuat ketahanan ekonomi, ini buktinya

Ilustrasi: GrabKitchen (Info Pelayanan Publik.id) ((Foto Antaranews Bali/)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyampaikan bahwa pekerja lepas atau gig worker melalui platform digital berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi negara secara lebih luas.

“Studi kami juga menunjukkan bahwa selain memberikan pekerja informal kesempatan pendapatan yang lebih baik, pertumbuhan pada platform Grab juga menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi dalam ekosistem Grab dan juga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan di luar ekosistem,” kata Yose pada konferensi pers bertajuk "Peran Gig Workers dalam Ketangguhan Ekonomi Indonesia," Kamis.

Sebagai contoh, lanjut Yose, CSIS menemukan bahwa GrabFood telah membantu merchant dalam mendirikan bisnis baru dan mempekerjakan lebih banyak karyawan saat bisnis mereka bertumbuh.

Pekerja lepas melalui platform Grab juga telah meningkatkan kualitas hidup pekerja sektor informal dan meningkatkan inklusi keuangan mereka.

Baca juga: CSIS dorong percepatan reformasi struktural tahan perlambatan ekonomi

“Ini adalah faktor penting yang akan berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” tukas Yose.

Yose memaparkan dari hasil penelitian yang digagas CSIS, mitra Grab yang terdiri dari GrabFood, GrabCar, GrabBike, dan GrabKios memberikan kontribusi hingga Rp77 triliun kepada perekonomian RI pada 2019.

“Angka ini ada kenaikan yang cukup besar jika dibandingkan dengan pada 2018 yang kontribusinya Rp48 triliun. Kenaikan ini terjadi di semua dari GrabFood, GrabKios, GrabBike, dan GrabCar,” kata Yose.

Adapun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi GrabFood adalah yang paling besar pada 2019, yakni Rp37 triliun dari Rp20,8 triliun tahun lalu. Kemudian, disusul GrabBike sebesar Rp26,2 triliun dari Rp15,6 triliun, GrabCar Rp10,7 triliun, dan GrabKios sebesar Rp3,2 triliun.

Baca juga: GrabFood klaim kuasai 50 persen pasar pesan antar makanan Indonesia
 

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020