Jubir Presiden RI: Belajarlah penanganan COVID-19 dari Kabupaten Buol

Jubir Presiden RI: Belajarlah penanganan COVID-19 dari Kabupaten Buol

Juru Bicara Presiden RI, M. Fadjroel Rachman menjadi narasumber dalam Webinar Nasional dengan tema "Produktifitas Daerah Pada Masa Kenormalan Baru Dalam Bayang-bayang COVID-19" yang diadakan DPD KNPI Sulteng di Palu, Kamis sore (2/7). (ANTARA/Muhammad Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Juri Bicara Presiden RI, M. Fadjroel Rachman meminta pemerintah daerah di Indonesia untuk mencontoh Kabupaten Buol dalam menangani penularan dan perawatan pasien terpapar virus corona atau COVID-19.

"Belajarlah penanganan COVID-19 dari Kabupaten Buol yang berhasil masuk zona biru atau zona aman dari penularan dan penyebaran COVID-19," katanya dalam web seminar (Webinar) nasional yang diadakan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Palu, Kamis sore.

Menurutnya, strategi, kebijakan dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol dibantu masyarakat dalam menangani penularan dan penyebaran COVID-19 berhasil dan patut diacungi jempol.

Baca juga: Kabupaten Buol tertinggi, COVID-19 menginfeksi 95 warga Sulteng

Terutama upaya Pemkab Buol agar seluruh lapisan masyarakat menerapkan kebiasaan baru berdasarkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 Kementerian Kesehatan RI di masa kenormalan baru atau new normal.

"Semoga tidak ada penambahan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Buol. Kami akan membicarakan dengan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) agar Buol memperoleh penghargaan sebagai daerah di Indonesia yang berhasil menurunkan angka kasus COVID-19 hingga kembali menjadi zona biru," ucapnya.

Sementara itu Bupati Buol dr.Amuruddin Rauf yang juga menjadi narasumber dalam Webinar Nasional bertema " Produktifitas Daerah Pada Masa Kenormalan Baru Dalam Bayang-bayang COVID-19," menyatakan keberhasilan Pemkab Buol menekan angka kasus COVID-19 di Buol tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak dibantu masyarakat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sana.

Baca juga: Cegah COVID-19, PSBB di Buol-Sulteng diperpanjang dua pekan

"Tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat di masa new normal, makanya selama penerapan PSBB hingga dua kali kami bekerja keras agar masyarakat menerapkan kebiasaan baru untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19," terangnya.

Kebiasaan baru yang ia maksud di antaranya adalah mencuci tangan, memakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Ia menjelaska Buol sempat menjadi zona merah karena terjadi transmisi lokal atau penularan dan penyebaran COVID-19 antarwarga di sana, bahkan Buol menjadi daerah di Sulteng dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi mencapai 57 kasus,tapi saat ini tinggal dua pasien COVID-19 yang dirawat di sana.

Baca juga: Langgar PSBB, 37 ASN di Kabupaten Buol dijatuhi hukuman disiplin

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020