GTPP Denpasar nyatakan pasien sembuh COVID-19 bertambah 10 orang

GTPP Denpasar nyatakan pasien sembuh COVID-19 bertambah 10 orang

Juru Bicara GTPP COVID-19 Denpasar, Dewa Gede Rai. (ANTARA/I Komang Suparta/HO/2020)

Denpasar (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, Bali tercatat ada penambahan 10 orang pasien yang telah menjalani perawatan dinyatakan sembuh dari akumulasi kasus COVID-19 di Kota Denpasar sebanyak 699 kasus positif COVID-19.

"Secara perlahan sudah ada peningkatan kesembuhan pasien positif COVID-19. Walau tidak kita pungkiri ada penambahan positif COVID-19, karena kami terus melakukan tes cepat secara masif. Langkah ini dilakukan guna mengetahui sejak dini masyarakat yang terpapar virus corona," kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Denpasar, Dewa Gede Rai di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga Minggu (5/7) ada kasus positif bertambah 21 orang yang terdiri atas dua orang OTG menjadi positif, dan 19 lainnya kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah. Termasuk juga ada data penambahan yang meninggal dunia satu orang, sehingga keseluruhan yang meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan bahwa kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar masih terus terjadi. Kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah mulai menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, karena adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, sebab dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi," ujarnya.

Ia juga berharap kepada masyarakat jika mengetahui adanya penduduk baru agar segera melapor kepada kepala dusun, kepala lingkungan, kepala desa dan lurah.

Baca juga: Bali gelar "Pemayuh Jagat" penerapan kehidupan era baru

Baca juga: Dirut RS Puri Raharja meninggal karena COVID-19 di Bali


"Kami harap kepada aparat di desa dan kelurahan agar gencar menertibkan penduduk. Jika ada warga baru harus wajib lapor dan membawa keterangan sehat sesuai dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan COVID-19 agar tak meluas. Selain kasus positif, keberadan orang tanpa gejala (OTG) hasil penelusuran tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru. Untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Secara kumulatif Dewa Rai menjelaskan, kasus COVID-19 di Kota Denpasar sebanyak 699 kasus positif. Rincinnya 268 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 419 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan OTG hasil penelusuran GTPP secara kumulatif sebanyak 2.043 kasus, namun dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 597, sehingga tersisa 1.446 OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP.

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara kumulatif sebanyak 130 kasus, namun 48 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani swab tes, sehingga tersisa 82 yang berstatus PDP.

Baca juga: Transmisi lokal COVID-19 di Bali capai 77,74 persen, sebut GTPP

Baca juga: Korem Wirasatya tambah personel di pusat keramaian jelang normal baru
Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020