Perwakilan massa yang menolak RUU Cipta Kerja masuk Gedung DPR

Perwakilan massa yang menolak RUU Cipta Kerja masuk Gedung DPR

Massa yang menolak RUU Omnibus Law di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (16/7/2020). (ANTARA/Fianda Sjofan Rasaat)

Jakarta (ANTARA) - Perwakilan dari massa yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau RUU Omnibus Law sudah memasuki Gedung DPR RI setelah menunggu sejak Kamis siang.

Berdasarkan pantauan ANTARA pukul 17.20 WIB, perwakilan massa yang diterima oleh DPR RI berjumlah 20 orang. Mereka terdiri atas perwakilan mahasiswa dan buruh.

Massa yang menunggu di luar Gedung DPR RI pun masih kondusif namun untuk akses kendaraan menuju Jalan Gatot Subroto ditutup karena massa memadati jalan itu.

Kondisi kondusif juga terpantau pada arus lalu lintas di Jalan S Parman maupun Tol Cawang-Grogol yang masih lancar dan tidak terkendala oleh penyampaian aksi penolakan RUU Cipta Kerja.

Meski relatif kondusif, polisi tetap berjaga menyiapkan tiga kendaraan taktis berupa "water cannon" sebagai antisipasi pengamanan aksi.

Baca juga: Baleg DPR ajak buruh dialogkan penolakan RUU Ciptaker
Baca juga: Emil Salim : RUU Cipta Kerja belum pikirkan dampak jangka panjang


Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan DPR/MPR RI terkait aksi yang dilakukan oleh dua elemen massa untuk menolak dua RUU, yaitu RUU Cipta Kerja dan RUU Haluan Ideologi Pancasila.

"Arus lalu lintas di arah Semanggi yang menuju ke DPR/MPR RI itu akan dibelokkan ke kiri di bawah jembatan layang ke arah pintu 10 (GBK) maupun ke depan Hotel Mulia," ujar Sambodo di Pintu Timur Senayan, Kamis.

Sambodo menyebutkan pengalihan arus lalu lintas lainnya dilakukan di pertigaan depan Halte Mulia, kendaraan akan diarah ke kanan menuju Lapangan Tembak atau ke arah pintu belakang DPR/MPR RI.

"Dari situ lurus terus sampai ke lampu lalu lintas Palmerah. Baru nanti kendaraan di situ baru bisa ke kanan untuk menuju ke Slipi atau ke kiri menuju Permata Hijau ataupun Arteri Pondok Indah," kata Sambodo.

"Contraflow" (lawan arus) juga akan diberlakukan di Stasiun Palmerah karena adanya massa aksi yang menuju di Gedung Manggala Wanabhakti.

"'Contraflow' di seputar Stasiun Palmerah, sehingga nanti arus dari arah Pejompongan itu akan kita bagi dua di depan Stasiun Palmerah," ujar Sambodo.

Pewarta : Livia Kristianti dan Fianda Sjofan Rasaat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020