DMI ajak masjid ingatkan protokol kesehatan lima waktu

DMI ajak masjid ingatkan protokol kesehatan lima waktu

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan Ketua Pengurus Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Darul Quthni (kiri) saat berkunjung di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla meminta pengelola masjid selalu mengingatkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di sela pelaksanaan shalat lima waktu.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, mantan Wakil Presiden RI itu mengatakan seruan soal mengumumkan protokol kesehatan itu dapat dilakukan dengan menggunakan pengeras suara masjid.

JK mengatakan fungsi masjid adalah untuk memakmurkan dan dimakmurkan. Oleh karena itu, masjid harus menjadi pusat tempat orang menyelesaikan masalah dan menjadi pusat syiar untuk mendidik masyarakat agar hidup disiplin dan hidup sehat.

Menurut dia, terdapat tiga cara untuk menghindari penyebaran virus COVID-19. "Jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan dan itu menjadi bagian pokok kehidupan kita ke depan," kata dia.

Masjid, kata dia, mempunyai kekuatan besar untuk menyampaikan seruan protokol kesehatan kepada masyarakat karena memiliki ribuan speaker yang setiap shalat lima waktu dapat dibunyikan.

Dengan upaya itu, lanjut dia, masyarakat bisa mengimbangi kritiknya kepada pemerintah dengan upaya yang produktif dengan melawan penyebaran virus SARS-CoV-2.

"Bukan waktunya kita untuk mengkritik pemerintah, waktunya kita bekerja bersama pemerintah untuk menyelesaikan persoalan COVID-19 agar bangsa kita dapat bangkit," katanya.

JK juga meminta rumah ibadah lainnya untuk melakukan seruan kepada para jamaahnya agar menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan ibadah.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020