KPU Depok datangi rumah beberapa artis dan publik figur lakukan coklit

KPU Depok datangi rumah beberapa artis dan publik figur lakukan coklit

Artis Rafi Ahmad (tengah) ketika menerima petugas KPU Depok dalam melakukan Coklit. (ANTARA/Foto: Humas KPU Depok)

Depok (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mendatangi rumah beberapa artis yang berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat, untuk melaksanakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) serentak.

Selain beberapa rumah artis, KPU juga mendatangi beberapa rumah publik figur lainnya, seperti politisi, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

"Coklit dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) pemilih termasuk para publik figur. Coklit merupakan tindaklanjut Surat Dinas dari KPU RI Nomor 552/TL.02.1-SD/01/KPU/VII/2020 tentang Pemberitahuan Kegiatan Klik dan Coklit Serentak," kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna di Depok, Selasa.

Baca juga: Kediaman kiper Persib Bandung didatangi Ketua KPU RI terkait pilkada

Beberapa nama artis yang tinggal di Depok di antaranya Ayu Ting Ting, Rafi Ahmad, Mamah Dedeh, Fani Fadilah, Firda Razak, Yunita Ababil, Erwin Super Bejo dan lainnya.

Menurut dia, gerakan coklit serentak dilakukan oleh seluruh jajaran KPU Kota, yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dengan cara mendatangi warga secara door to door.

Nana mengatakan kegiatan Coklit serentak dilaksanakan di semua wilayah pemilihan, termasuk menyasar ke beberapa rumah publik figur yang berdomisili di Kota Depok.

"Kunjungan ke publik figur ini selain dilakukan oleh KPU Kota dan jajaran, juga diikuti dan melibatkan Bawaslu Kota dan jajaran. Inilah bagian dari bentuk sinergitas sesama penyelenggara," katanya.

Baca juga: KPU luncurkan gerakan coklit dan gerakan klik serentak

Dirinya menjelaskan coklit ini dilakukan bagi pemilih yang sudah terdata dalam data pemilih awal (A-KWK). Sementara bagi pemilih yang belum terdaftar akan dimasukan dalam daftar.

"Apabila terdapat pemilih yang tercantum dalam data awal tapi sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih, maka akan dicoret . Jika pemilih belum terdaftar, maka dimasukkan ke dalam daftar," ujarnya.

Nana menyebut pihaknya telah menginstruksikan seluruh PPK dan PPS melakukan supervisi agar pencoklitan berjalan maksimal. Dengan begitu, dapat terwujud Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang valid dan akurat dalam Pilkada tahun ini.

"Kita semua berharap pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga dapat melaksanakan pesta demokrasi dengan kondisi yang normal. Masyarakat pun akan antusias untuk datang ke TPS pada 9 Desember nanti," ujarnya.

Baca juga: Komisioner KPU RI ingatkan penerapan protokol kesehatan saat coklit
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020