Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulteng jadi 185 orang

Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulteng jadi 185 orang

Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng selaku Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming (ANTARA/HO-Humpro Sulteng)

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Haris Kariming menyatakan pasien positif COVID-19 di Sulteng yang dinyatakan sembuh bertambah satu orang sehingga total menjadi 185 orang.

"Hari ini satu pasien COVID-19 di Kota Palu yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura dinyatakan sembuh oleh tim dokter yang menangani sehingga total pasien positif COVID-19 yang sembuh menjadi 185 orang," kata Haris di Palu, Sabtu malam.

Dengan demikian, tersisa 10 pasien COVID-19 yang masih menjalani isolasi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat maupun secara mandiri.

Sepuluh pasien COVID-19 itu, antara lain satu pasien di Palu masih menjalani isolasi di RSUD Undata, tiga pasien di Kabupaten Banggai menjalani isolasi di RSUD Banggai, dua pasien di Morowali masing-masing menjalani isolasi di RSUD Kolonodale dan secara mandiri.

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng di atas 90 persen

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulteng bertambah jadi 176 orang


"Satu pasien di Poso menjalani isolasi mandiri dan dua pasien di Banggai Laut (Balut) diisolasi di fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Balut,"ujarnya.

Sementara itu sebanyak 85 sampel usap atau swab masih menunggu hasil pemeriksaan di Laboratorium Dinas Kesehatan Sulteng di Palu.

Haris berharap kasus COVID-19 di Sulteng terus berkurang dan seluruh pasien dapat sembuh seiring dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mendukung tim surveilans dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien COVID-19.

Langkah tersebut, ujar dia, sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun lalu itu.*

Baca juga: Dua pasien COVID-19 sembuh di Sulteng hari ini

Baca juga: Lima pasien COVID-19 di Sulteng dinyatakan sembuh

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020