Halal Watch: Lebih baik potong hewan kurban di RPH

Halal Watch: Lebih baik potong hewan kurban di RPH

Sapi jenis Cross Simental dan perkiraan berat badan hidup 1,2 ton yang merupakan hewan kurban bantuan presiden untuk pemprov Kalbar pada ibadha Kurban tahun iniĀ . ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengingatkan umat Islam untuk mengutamakan memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan jika memungkinkan demi mencegah penularan COVID-19.

"Mengajak saudara-saudara kita yang menyembelih hewan kurban dapat juga dilakukan di RPH, bagi yang tempat tinggalnya dekat dengan RPH," kata Ikhsan kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan pemotongan di RPH dapat menjamin kualitas dan kebersihan daging yang dihasilkan mulai dari proses pemotongan sampai pengolahannya.

Selanjutnya, kata dia, umat dapat membagikan sembelihan kurban dalam bentuk daging yang telah dikemas kepada golongan berhak dan diantar dari rumah ke rumah.

Sementara itu, Ikhsan mengatakan apabila lokasi jauh dari rumah pemotongan hewan dan penyembelihan tidak dapat dilakukan di RPH maka harus ada jaminan hewan yang dipotong tersebut sehat.

"Pastikan hewan kurban disembelih oleh juru sembelih halal (juleha), menyembelih dengan tata cara syariah dengan cukup air mengalir dan sanitasi yang baik," kata dia.

Kemudian, kata dia, hewan agar ditimbang dan dikemas untuk dibagikan kepada yang berhak langsung ke penerima dengan wajib mengikuti protokol kesehatan serta menjaga jarak untuk mencegah terjadinya kerumunan masa.

Terkait sejumlah kawasan yang masih zona merah COVID-19 seperti di Jakarta, Ikhsan mengatakan pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban agar mempertimbangkan asas keselamatan sebagaimana Fatwa MUI.

Zona merah COVID-19 dianjurkan tidak melaksanakan shalat id di masjid tetapi agar di rumah. "Hal tersebut sesuai dengan anjuran MUI yang telah ditetapkan melalui Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020 tentang shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19," katanya.

Baca juga: Muhammadiyah Kudus sarankan pemotongan hewan kurban di RPH

Baca juga: Masjid Cut Meutia pastikan warga tak hadir lihat proses kurban

Ikhsan juga mengajak mitra pegiat halal luar negeri dan golongan mampu untuk bersemangat berkurban sebagai wujud solidaritas dan kesalehan sosial.

"Alhamdulillah IHW telah berhasil mengajak mitra luar negeri yang selama ini memiliki perhatian terhadap gerakan dan industri halal turut serta dalam Program IHW berbagi untuk sesama dalam Hari Raya Idul Adha," kata dia.

Ikhsan mengatakan IHW menggandeng Ishihara Charity Foundation dari Jepang untuk menyelenggarakan kurban amal di beberapa tempat seperti di Masjid Taqwa Lhong Raya di Aceh, Masjid Dinul Qoyyimah (Jakarta Utara) dan Tajug An Nur yang ada di Cirebon (Jawa Barat), Pati (Jawa Tengah) dan Garut (Jawa Barat).

"Ke depan kami juga sangat berharap dapat menggandeng beberapa Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri yang selama ini bermitra dengan IHW seperti Sinchung Halal for Taiwan dan Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri di Korea dan beberapa di kawasan Eropa. Langkah kecil yang dilakukan oleh IHW semoga dapat diikuti para golongan mampu dan dermawan di Tanah Air.

Baca juga: Satgas COVID-19 ingatkan penerapan protokol kesehatan saat Idul Adha

Baca juga: DMI: Protokol COVID-19 syarat Shalat Idul Adha

 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020