Tradisi Idul Adha ada yang hilang akibat wabah COVID-19

Tradisi Idul Adha ada yang hilang akibat wabah COVID-19

Dokumentasi - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan keluarganya berfoto dengan panitia kurban Masjid Fatahilah Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (11/8/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tradisi Idul Adha di masyarakat Jakarta ada yang hilang akibat wabah  virus corona jenis baru (COVID-19).

Anies mencontohkan tradisi di keluarganya  setelah shalat Idul Adha selalu berkumpul bersama keluarga besar, namun untuk tahun ini ditiadakan akibat COVID-19.

Baca juga: Al Azhar salurkan hewan kurban ke 75 pos di wilayah Jabodetabek

"Biasanya kalau setelah shalat Idul Adha, kita pulang ke rumah, kumpul keluarga besar. Tapi, tahun ini tidak ada kumpul keluarga besar, jadi hanya sekadar di rumah saja sama keluarga," ujar Anies di Jakarta, Jumat.

Selain itu, kebiasaan Anies mengajak anaknya melihat pemotongan hewan kurban di dekat rumahnya pada hari raya Idul Adha, untuk tahun 1441/2020 ini tak bisa dilakukannya karena pandemi masih berlangsung. Selain itu, ada aturan hanya panitia kurban yang boleh datang ke tempat pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Ada 58 titik pemotongan hewan kurban di Jakarta Pusat

"Biasanya juga lihat pemotongan, cuma tahun ini kita semua tahu bahwa aturannya justru tidak mendatangi lokasi pemotongan," kata dia.

Kendati demikian, Anies menyebut masih ada kebiasaan tiap Idul Adha yang dijalankan untuk tahun ini, yakni menyumbangkan hewan kurban di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan tempat bersejarah bagi dia yakni tempat kelahirannya di Kuningan, Jawa Barat, serta di Yogyakarta di mana dia besar.

Untuk tahun 2020 ini, selain berkurban di rumahnya, Anies juga berkurban sapi limosin seberat 1,3 ton di Balai Kota yang akan dipotong di rumah potong hewan (RPH) PD Dharma Jaya dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan melalui Baznas-Bazis DKI, Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Yayasan Rumah Zakat, dan Human Initiative, serta lembaga keagamaan di DKI Jakarta.

Baca juga: Total hewan kurban di Jakarta Timur capai 32.403 ekor

Selain itu, Anies juga setiap tahun menyumbang hewan kurban di tempat dia Kuliah Kerja Nyata (KKN) semasa kuliah yakni di Desa Kracak, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Setiap tahun kami juga berkurban di beberapa tempat yang menurut kami punya sejarah hubungan yang panjang, misalnya tempat KKN saya di Desa Kracak, Ajibarang yang punya hubungan khusus dengan saya," kata Anies.

 

Jumlah Penyembelihan Turun 30 Persen

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020