Warga Agam dandani hewan kurban sebelum disembelih

Warga Agam dandani hewan kurban sebelum disembelih

Warga Silayang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, kabupaten Agam, mendandani hewan kurban yang akan dipotong, Sabtu (1/8). (ANTARA/ Ari Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Warga Silayang Tinggi, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendandani seluruh hewan kurban sebelum disembelih saat Idul Adha 1441 Hijriyah.
 

Imam Masjid Al Huda Silayang, Darmasyah di Lubukbasung, Sabtu mengatakan sapi dan kambing itu di sisir, diberi bedak, pewangi, kain putih di perut, diberi makan yang enak dan lainnya.
 

"Peralatan dandan beserta makanan itu dibawa dengan jamba atau tempat membawa makan-makanan khas Minangkabau," katanya.
 

Ia mengatakan sapi dan kambing itu didandani oleh para peserta kurban agar hewan kurban tersebut menjadi bersih.

Baca juga: Umat Islam-dhuafa di pulau terluar Sitaro dapat bantuan hewan kurban

Baca juga: Youtuber Putra Siregar berkurban 410 ekor hewan, raih rekor MURI

Ini menunjukkan rasa ikhlas dan pengorbanan dari para peserta karena apa yang dikorbankan harus bersih.
 

"Ini juga bentuk kasih sayang kepada Nabi Ismail," katanya.
 

Tokoh Adat Silayang, Yanto Dt Basa menambahkan mendandani hewan kurban itu merupakan tradisi turun temurun semenjak ratusan tahun lalu dari masyarakat setempat.
 

"Kita masih mempertahankan tradisi ninik moyang saat zaman serba digital ini. Biasanya setelah selesai memotong sapi, diadakan makan bersama di Masjid Al Huda," katanya.

Ia menambahkan, jumlah pemotongan hewan kurban di Silayang, Nagari Lubukbasung 10 ekor yang terdiri dari sapi tujuh ekor dan kambing tiga ekor.

Pemotongan 10 ekor hewan kurban itu dilakukan di tiga titik dengan prosesi yang sama.

"Pemotongan hewan kurban itu ada dilakukan pada Jumat (31/7), Sabtu (1/8) dan Minggu (2/8)," katanya. 


Baca juga: Pemkot Jakarta Selatan sembelih puluhan hewan kurban

Baca juga: Masjid-mushala di Minahasa Tenggara-Sulut dibantu hewan kurban

 

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020