Gubernur Kepri positif COVID-19, 4 kepala daerah karantina mandiri

Gubernur Kepri positif COVID-19, 4 kepala daerah karantina mandiri

Gubernur Kepri Isdianto foto bersama Wali Kota Tanjungpinang Rahma (pakaian dinas) dan Wali Kota Bat Rudi (kemeja putih paling kanan). (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Setelah Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dinyatakan positif COVID-19, empat kepala daerah yang sempat kontak erat dengan orang nomor satu di provinsi itu menjalani karantina mandiri untuk memutus rantai penularan virus corona jenis baru itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, Gubernur Isdianto positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

"Seluruh orang yang kontak langsung dengan Pak Gubernur harus diambil 'swab' (tes usap), dan dikarantina selama 14 hari," katanya.

Tjetjep memberi apresiasi kepada Wali Kota Batam Muhamad Rudi dan Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang berkenan untuk diambil sampel usap. Rudi dan Rahma perlu diperiksa kesehatannya untuk memastikan apakah tertular COVID-19 atau tidak.

Baca juga: Gubernur Kepri Isdianto minta maaf terkait penularan COVID-19

Kedua kepala daerah itu kontak dengan Gubernur Isdianto di Gedung Daerah pada Selasa (28/7).

"Mereka juga menjalani karantina mandiri," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama A.F. Isnaeni mengatakan Bupati Bintan Apri Sujadi dan keluarganya juga menjalani karantina mandiri.

Apri dan keluarganya menjalani tes usap setelah diketahui In, sopir dari Apri positif COVID-19. Namun hasil pemeriksaan kedua, In negatif COVID-19.

Kasus itu tidak berhubungan dengan kegiatan perayaan Isdianto dilantik sebagai Gubernur Kepri.

"Kami masih menunggu hasil 'swab' ketiga dan keempat, termasuk menunggu hasil 'swab' Pak Apri dan keluarga," katanya.

Berdasarkan data ANTARA, Syahrul merupakan kepala daerah pertama di Kepri yang tertular COVID-19. Mantan Wali Kota Tanjungpinang itu meninggal dunia pada 28 April 2020 setelah beberapa pekan melawan penyakitnya.

Baca juga: GTC-19 Kepri: Ajudan Gubernur tertular COVID-19 di Jakarta
Baca juga: Tes usap, adik dan ponakan Gubernur Kepri Isdianto positif COVID-19
Baca juga: Ratusan orang kontak dengan Gubernur Kepri tes swab
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020