Ketua DPRD DKI rencanakan tes usap massal bagi pekerja di gedung DPRD

Ketua DPRD DKI rencanakan tes usap massal bagi pekerja di gedung DPRD

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). Penyemprotan tersebut bertujuan untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran dan pemerintahan. Sebelumnya, seluruh gedung DPRD DKI Jakarta dinyatakan ditutup sementara dan direncanakan beroperasi kembali pada Senin (3/8) mendatang, terkait dengan adanya salah satu anggota DPRD dan karyawan yang terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi merencanakan untuk menggelar tes usap (swab test) massal kepada seluruh pekerja di gedung DPRD DKI Jakarta apabila akses masuk sudah dibuka kembali.

"Setelah kita buka tanggal 9 Agustus nanti, kita akan swab per fraksi. Mungkin PDIP, PKS, Gerindra, PAN, dan lain-lain Semuanya (kita swab)," kata Prasetio saat melakukan sidak mengecek kondisi Gedung DPRD DKI usai disterilisasi, Senin.

Baca juga: Ketua DPRD DKI nyatakan Dany Anwar meninggal akibat COVID-19

Meski belum diketahui waktu pasti pelaksanaan tes usap massal itu, Prasetio menginginkan pengetesan terhadap 105 anggota DPRD DKI periode 2019-2024 itu dapat berlangsung secepatnya.

"Secepatnya (dapat dilakukan swab test massal). Kita lihat perkembangan karena COVID-19 juga naik (di Jakarta)," kata Prasetio.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Dany Anwar meninggal bukan karena COVID-19

Hingga Senin (3/8) Prasetio mengatakan tersisa satu anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Amanat Nasional yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Saat ini kondisi kesehatan anggota itu berdasarkan komunikasi antara Pimpinan DPRD DKI dan fraksi PAN sudah menunjukkan indikasi membaik.

"Kalau saya melihat dari wakil kami katanya (anggota positif) sudah membaik, mudah-mudahan cepat sembuh dari COVID," kata politikus PDIP itu.

Baca juga: Gedung DPRD DKI kembali ditutup hingga 9 Agustus untuk sterilisasi

Gedung DPRD DKI kembali ditutup hingga hingga 9 Agustus 2020 untuk kembali disterilisasi setelah sebelumnya ditutup pada 29 Juli 2020 akibat ditemukan salah satu staf yang bekerja di DPRD DKI Jakarta terkonfirmasi COVID-19.

"Penutupan karena masih dalam tahap sterilisasi gedung. Supaya aman dari ancaman penularan," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat dihubungi, Senin.

Perpanjangan penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta itu tertuang dalam surat edaran untuk para pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta bernomor 533/-1.772.11.

Perpanjangan penutupan gedung DPRD DKI itu berlaku selama enam hari, sejak hari Senin (3/8) hingga Minggu (9/8).
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020