Dukung G20, ITDC akan bangun Tana Mori jadi kawasan kelas atas

Dukung G20, ITDC akan bangun Tana Mori jadi kawasan kelas atas

Ilustrasi - Satu unit kapal "phinisi" berlabuh di perairan Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat,NTT, Sabtu (18/07/2020). Pemerintah Indonesia akan membangun berbagai fasilitas pendukung untuk pelaksanaan kegiatan internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit pada 2023 mendatang di lokasi Golo Mori itu. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) turut mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023 mendatang, dengan mengembangkan kawasan Tana Mori di Labuan Bajo yang akan dijadikan kawasan high end (kelas atas).

"Tana Mori ini kami rencanakan jadi satu tempat di Labuan Bajo yang high end, sama seperti Nusa Dua-nya Bali," kata Direktur Pengembangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darmasetiawan dalam konferensi video, Jumat.

Menurut Edwin, sebagai BUMN pariwisata, pihaknya diminta pemerintah untuk ikut mengawal percepatan pengembangan di kawasan destinasi pariwisata prioritas, termasuk diantaranya Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT) dan Likupang (Sulawesi Utara).

Khusus untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 dan ASEAN Summit 2023, ITDC juga diminta mengembangkan lahan di kawasan Tana Mori dan Tana Naga bersama PT PP (Persero) Tbk.

Baca juga: Kemenparekraf pastikan pembangunan "creative hub" terus berlanjut

Baca juga: Menteri PUPR apresiasi progres pembangunan di Labuan Bajo


Akan ada pembangunan dua hotel bintang lima di kawasan tersebut untuk menampung para pimpinan negara G20 seperti dari AS, China dan Rusia.

"Mereka tidak akan mau dalam satu hotel jadi minimal harus ada dua atau tiga hotel. Juga untuk para delegasi lainnya," kata Edwin.

Tidak hanya pembangunan hotel, akan dibangun pula fasilitas MICE hingga marina. Pendanaan pun telah diajukan melalui penyertaan modal negara (PMN) selain investasi swasta.

"Saya sangat optimis kita bisa menyelesaikan paling tidak di 2022. Event-nya di 2023 tapi kewajiban kami adalah menyiapkan venue dengan segala aspek penunjang baik properti maupun infrastrukturnya paling lambat akhir 2022," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Shana Fatina memperkirakan akan ada 10 ribu tamu yang datang dalam perhelatan internasional tersebut. Oleh karena itu, pihaknya melakukan persiapan matang untuk bisa mengakomodir kebutuhan tersebut dan menyinergikan dengan target kunjungan destinasi tersebut setelah acara selesai nanti.

"Kami juga menyinergikan dengan target jumlah kunjungan, termasuk origin jumlah kunjungan dari mana agar kemudian setelah G20 selesai tetap bisa berkelanjutan untuk kunjungan di Labuan Bajo. Kami fokus Labuan Bajo, fokusnya pariwisata premium, ekowisata berkelanjutan," tuturnya.*

Baca juga: Labuan Bajo terus berbenah menuju KTT G-20

Baca juga: Dispar terapkan sistem daftar daring masuk TN Komodo
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020