Kemristek-Kemdes kembangkan 100 Desa Berinovasi peringati Hakteknas

Kemristek-Kemdes kembangkan 100 Desa Berinovasi peringati Hakteknas

Menristek Bambang Brodjonegoro. (ANTARA/HO-Humas UI.)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama mengembangkan 100 Desa Berinovasi sebagai bagian dari kegiatan memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25.

"Bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kami akan memulai kegiatan desa berinovasi untuk menjaga keseimbangan ekonomi ekologi desa," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 atau Seperempat Abad Hakteknas yang ditayangkan virtual, di Jakarta, Senin.

Program Desa Berinovasi salah satunya bertujuan menggerakkan ekonomi desa dan mengurangi tingkat kemiskinan desa.

Baca juga: Wapres luncurkan desa inovasi, salah satunya ada di Gorontalo

Program Desa Berinovasi mensinergikan dan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mengoptimalkan desa dalam mengelola sumber daya alam menjadi sumber daya ekonomi yang berdaya saing sehingga diharapkan dapat menjadi jawaban dan menjadi energi optimisme untuk menyongsong ekonomi desa pascapandemi COVID-19 di 2021.

Kegiatan masyarakat desa pada umumnya masih bersifat konvensional dan tradisional, padahal mereka berhadapan langsung dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Oleh karena itu, inovasi dan teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan ekonomi-ekologi dalam pengelolaan sumberdaya alam.

Inovasi harus dijalankan atas program dengan memperhatikan kebutuhan dan keberlanjutan dalam jangka panjang, serta menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat.

Menristek Bambang mengatakan pada 2020 di 100 desa terpilih, teknologi dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) akan digunakan untuk memecahkan permasalahan desa, salah satunya di Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Kemendes PDTT gaungkan Satu Desa Satu Inovasi, pacu produktivitas desa

Di dusun itu, akan dipasang generator listrik pico hydro agar desa segera dialiri listrik.

Dusun Tumba memiliki 128 kepala keluarga dan 84 rumah yang mana masing-masing rumah berjarak 500 m sampai 1.000 meter.

Dusun Tumba memiliki banyak potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan seperti jagung, kelapa, kakao, cengkeh dan sumber daya air. Namun, infrastruktur desa masih belum menunjang. Jalan utama menuju dusun itu terjal, berbatu, kontur tidak rata dan menanjak sehingga hanya bisa diakses oleh motor.

Dusun itu terletak di lokasi terpencil di atas pegunungan berjarak 10 kilometer dari pusat balai Desa Tamaila Utara.

Program desa berinovasi diprioritaskan di seluruh desa di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam dan potensi lokal lainnya. Potensi tersebut didukung dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan melibatkan pentahelix yakni pemerintah melalui Kemdes PDTT dan Kemristek/BRIN, kalangan dunia usaha, akademisi dan komunitas atau masyarakat.

Kemristek/BRIN bertugas memimpin sektor penelitian riset teknologi dan inovasi akan fokus pada pengembangan teknologi tepat guna dan penelitian dalam upaya hilirasasi produk dalam memberikan nilai tambah khususnya produk sumber daya alam.

Kemdes PDTT bertugas mengembangkan potensi desa secara ekonomi yang sejalan dengan program prioritas Kemdes PDTT dalam meningkatkan produktivitas desa.

Dari 100 desa yang saat ini menjadi percontohan pengembangan teknologi tepat guna, 43 desa dikembangkan pada sektor pariwisata, 15 desa dikembangkan pada sektor budidaya pangan/non pangan, dua desa pada sektor kerajinan, tiga desa pada sektor pengolahan makanan dan minuman, satu desa pada sektor pengolahan sampah, serta banyak desa dikembangkan pada sektor pengolahan hasil perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan.

Dengan inovasi dan sentuhan teknologi tepat guna diharapkan mampu menciptakan keseimbangan ekonomi dan ekologi dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam acara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan kurang lebih 30 persen dari 74.953 desa di Indonesia butuh sentuhan inovasi dan teknologi.

Mendes PDTT Abdul Halim menuturkan 3.000 desa belum dialiri dan 11.000 desa belum mempunyai jaringan internet.

Untuk itu, dia menuturkan perlu dukungan dari semua pihak termasuk dari Kemristek/BRIN untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Mendes PDTT Abdul Halim menuturkan pemanfaatan teknologi tepat guna di desa tentu menjadi bagian dari upaya meningkatkan
perkembangan ekonomi desa dan kemajuan desa.

"Mudah-mudahan kita semakin maju dan desa-desa di Indonesia semakin terdukung dengan temuan-temuan teknologi yang dihasilkan," ujarnya.

Baca juga: Diseminasi dan hilirisasi menjadi kunci keberhasilan riset
Baca juga: Menristek dorong inovasi teknologi dan eksplorasi antariksa
Baca juga: Menristek: Peningkatan daya beli penting jaga kelangsungan UMKM

 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020