BNPB: Saatnya semua terlibat tangani COVID-19

BNPB: Saatnya semua terlibat tangani COVID-19

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan dalam bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang disiarkan melalui akun Youtube BNPB Indonesia dari Graha BNPB, Jakarta, Senin (10/8/2020). (ANTARA/HO-Tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan pandemi COVID-19 yang sudah melanda seluruh dunia selama lima bulan merupakan saat bagi semua pihak untuk terlibat dalam penanganan penyakit menular tersebut.

"Ini saatnya semua terlibat, punya peran dalam penanganan COVID-19, meskipun hanya di rumah saja," kata Lilik dalam bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dari Graha BNPB, Jakarta, Senin.

Lilik mengatakan peran yang bisa dilakukan meskipun hanya di rumah saja misalnya menjelaskan kepada anak, saudara, dan keluarga informasi yang benar tentang COVID-19 dan protokol kesehatan yang harus dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Baca juga: Positif COVID-19 bertambah 1.687, sembuh bertambah 1.284
Baca juga: MP3I dorong pesantren bentuk Satgas COVID-19


Menurut Lilik, banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya. Bila memang memiliki anggaran, seseorang juga bisa berkontribusi dengan melakukan disinfektan di tempat-tempat tertentu, membagi-bagikan masker, atau membersihkan tempat ibadah.

"Semua bisa berkontribusi yang Insya Allah akan menginspirasi orang lain," ujarnya.

Semua orang yang ikut serta dalam penanganan COVID-19 sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya diharapkan mendokumentasikan hal-hal baik yang dilakukan tersebut melalui aplikasi inaRISK Personal yang bisa dipasang di ponsel cerdas masing-masing.

"Dokumentasikan dengan memasang balon-balon aktivitas yang ada di inaRISK Personal. Satu aktivitas baik akan diwakili satu warna balon yang akan terpasang di peta Indonesia. Nanti bisa kita lihat balon-balon warna-warni yang terpasang di peta Indonesia," tuturnya.

Masyarakat juga diharapkan bisa menerapkan disinsentif terhadap tempat-tempat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Misalnya dengan jangan berbelanja di pasar tertentu ketika para pedagang tidak menggunakan masker atau pelindung wajah.

"Sehingga penting bagi pedagang untuk juga saling mengingatkan. Mungkin hanya ada satu pedagang yang tidak memakai masker, tetapi bila kemudian viral di media sosial, lalu ada justifikasi terhadap pasar tersebut, hukumannya bisa terjadi terhadap satu pasar," katanya.

Baca juga: Jubir Satgas COVID-19: Penularan klaster pemukiman besar karena lengah
Baca juga: Jubir satgas COVID-19 jelaskan soal tingginya tingkat kematian nakes

 
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020