Kolombia ingin Indonesia jadi pusat kerja sama dagang dengan ASEAN

Kolombia ingin Indonesia jadi pusat kerja sama dagang dengan ASEAN

Tangkap Layar: Duta Besar Kolombia untuk Indonesia Juan Camilo Valancia Gonzalez memberi sambutan pada seminar virtual lewat aplikasi Zoom, Senin (10/8/2020). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kolombia ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat kerja sama dagang negaranya dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), kata Duta Besar Kolombia untuk Indonesia Juan Camilo Valancia Gonzalez, Senin.

"Kolombia mengakui kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara dan kami menginginkan Indonesia untuk menjadi mitra kami dalam meningkatkan ekspor barang-barang kami di kawasan," kata Gonzalez saat menyampaikan sambutan dalam seminar virtual yang diadakan via aplikasi Zoom.

Tidak hanya itu, Kolombia menilai Indonesia memenuhi sejumlah kriteria untuk menjadi pusat kerja sama dagang negara Amerika Latin itu dengan ASEAN. Menurut Dubes Gonzalez, Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah konsumen yang besar, serta iklim investasi dan politik yang kondusif.

"Saya tahu Kolombia dan Indonesia sama-sama memenuhi kriteria tersebut," terang Dubes Gonzalez.

Oleh karena itu, ia berharap Indonesia memiliki keinginan yang sama, yaitu menjadikan Kolombia sebagai pusat kerja sama dagangnya di Amerika Latin.

"Kami memastikan seluruh dukungan akan tersedia agar (Kolombia, red) menjadi pusat dagang (Indonesia, red) di pasar Amerika Latin," ujar Dubes Gonzalez.

Ia menjelaskan Kolombia memiliki lebih dari 16 perjanjian dagang yang telah berjalan sehingga memudahkan akses Indonesia menyalurkan produknya ke lebih dari 16 negara dan hampir 1,5 miliar pembeli.

"Kolombia juga memiliki 15 perjanjian investasi internasional dan 12 perjanjian kerja sama perpajakan dengan negara-negara mitra dagang utama demi memuluskan jalan bagi investasi asing," terang dia.

Di samping itu, Kolombia merupakan anggota Aliansi Pasifik bersama Peru, Meksiko, dan Chile.

"Aliansi Pasifik telah diakui sebagai inisiatif paling inovatif dan terintegrasi di Amerika Latin dan menjadi salah satu pusat bisnis di kawasan," tambah dia.

Indonesia dan Kolombia minggu lalu menandatangani persetujuan pembebasan visa/visa exemption bagi pemegang paspor biasa serta memorandum saling pengertian (MSP) tentang Konsultasi Politik antara kementerian luar negeri dua negara.

Dua perjanjian itu diteken menjelang peringatan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kolombia pada 15 September 2020. Upacara penandatanganan diadakan secara virtual dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Kolombia Claudia Blum de Barberi pada 5 Agustus.

Baca juga: Pulangkan warga negaranya, Garuda diapresiasi Duta Besar Kolombia

Baca juga: Perusahaan rintisan Kolombia uji coba robot pengantar makanan

Baca juga: Indonesia pasarkan pariwisata di Kolombia

 

Indonesia Siap 83 Persen Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN



 
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020