Wapres minta "fintech" ikut tingkatkan literasi ekonomi syariah

Wapres minta

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima sambungan telekonferensi dengan jajaran komisaris dan direksi PT Fintek Karya Nusantara/LinkAja di rumah dinas wapres Jakarta, Senin (10/8/2020). (ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) turut mendorong peningkatan indeks literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat.

Ma’ruf mengatakan indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah tercatat hanya 16,3 persen, lebih rendah dibandingkan indeks ekonomi dan keuangan konvensional.

"Menurut Bank Indonesia, indeks literasi syariah di Indonesia baru mencapai 16,3 persen, sedikit sekali. Oleh karena itu, hadirnya fintech syariah ini diharapkan menjadi suatu bagian dari upaya peningkatan angka literasi tersebut," kata Ma’ruf Amin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Wapres harap "fintech" syariah dorong pemulihan ekonomi nasional

Saat menerima sambungan telekonferensi dari Komisaris Utama PT Fintek Karya Nusantara/LinkAja Heri Supriadi di rumah dinas wapres Jakarta, Senin (10/8), Wapres mengapresiasi hadirnya fitur LinkAja Syariah yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di dalam negeri.

LinkAja Syariah diharapkan dapat berperan meningkatkan angka literasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, kata Ma’ruf.

Wapres juga meminta fintech syariah aktif menjalin kolaborasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Jadi dengan demikian, maka ekosistem (syariah) ini nanti kita bangun di pemerintah maupun juga swasta, para dunia usaha dan BUMN," tukasnya.

Sementara itu, Heri Supriadi menyampaikan layanan LinkAja Syariah cukup pesat dengan capaian pengguna lebih dari 140.000 pemakai aplikasi hingga saat ini.

“Jumlah pengguna layanan syariah LinkAja sudah mencapai lebih dari 145 ribu pengguna dan telah hadir di 21 distrik pada berbagai macam ekosistem syariah di seluruh Indonesia," ujar Heri.

Baca juga: Wapres: Sinergi "triple-helix" kunci penguatan inovasi

Menurut laporan Heri, per akhir Juli 2020, LinkAja Syariah sudah bekerja sama dengan institusi pendidikan dan pesantren sebagai layanan pembayaran daring.

"Termasuk juga donasi, contohnya dengan Dompet Dhuafa, kemudian pemda-pemda syariah, juga untuk kurban dengan online merchant halal, offline merchant halal, Islamic finance; serta untuk zakat bekerja sama dengan lebih dari 1.000 masjid, dan juga untuk wakaf,” ucapnya menjelaskan.

Heri juga mengundang Ma’ruf Amin untuk dapat menghadiri perayaan Tahun Baru Islam bersama LinkAja, serta menyaksikan penandatanganan komitmen kerja sama dengan lima pemda yang mengembangkan layanan LinkAja syariah, yaitu Aceh, Padang, Palembang, Tasikmalaya dan Cirebon.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin minta peneliti perhatikan kualitas produk riset

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020