Edhy Prabowo pastikan kapal ilegal di Laut Natuna Utara,diproses hukum

Edhy Prabowo pastikan kapal ilegal di Laut Natuna Utara,diproses hukum

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat konferensi pers di Pangkalan PSDKP Benoa, Bali, Rabu (12/8/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Badung (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan bahwa kapal illegal fishing di Laut Natuna Utara tetap dilakukan proses hukum sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

"Tiga kapal illegal fishing ditangkap pada (10/8),kemudian status kapal nanti masih diperiksa dan tidak seluruh ABK kapal ditahan non yustisialnya akan dikembalikan seperti biasa. Kapal-kapal ini akan diproses hukum dengan kapal-kapal yang lain karena masih on the way dengan kapal di Pontianak," kata Edhy Prabowo dalam konferensi pers penangkapan kapal illegal fishing di laut natuna utara, Rabu.

Ia mengatakan ada tiga jenis kapal asing yang ditangkap, yaitu kapal lampu, kapal pengangkut, dan kapal penangkap. Saat ini ketiga kapal tersebut dalam perjalanan menuju PSDKP Pontianak.

Baca juga: Edhy Prabowo pastikan tidak ada ruang bagi penangkapan ikan ilegal

Adapun ketiga kapal itu merupakan armada purse seine yang cukup lengkap, diantaranya jenis kapal lampu KH 95758 PS, kapal penangkap KH 98168 PS, dan kapal pengangkut KH 91558 PS. Jumlah awak kapal secara keseluruhan 26 orang asal Vietnam.

"Kami harap kapal illegal fishing itu, dapat disita negara, diberdayakan dan digunakan, kalau masih bagus dan efektif. Apa nanti diserahkan ke lembaga-lembaga penelitan, koperasi, yang jelas berhasil menangkap kapal ini dan manfaatnya untuk masyrakat Indonesia," jelas Edhy.

Ia mengatakan illegal fishing yang dilakukan kapal-kapal itu dengan menggunakan alat tangkap purse sein, tergolong modus operandi yang baru.

Hal tersebut dikarenakan, kapal yang ditangkap di Laut Natuna Utara umumnya adalah jenis pair trawl atau trawl yang dioperasikan oleh dua kapal, sehingga potensi illegal fishing di Laut Natuna masih tinggi dan harus terus diwaspadai.

Selama delapan bulan periode kepemimpinannya, Edhy mengatakan telah menangkap 69 unit kapal, yang terdiri dari 52 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia.

Sedangkan untuk kapal ikan asing yang sudah ditangkap terdiri dari 25 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, 12 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan.

Baca juga: Atasi "ilegal fishing" perkuat kelompok masyarakat pengawas perikanan

Baca juga: KKP tingkatkan pengawasan jaga kelestarian sumber daya perikanan

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020