Pemprov Sumsel dorong pengembangan wisata syariah di kabupaten/kota

Pemprov Sumsel dorong pengembangan wisata syariah di kabupaten/kota

Warga menyaksikan arak-arakan pada perayaan kampung haul Kampung Arab Al Munawar di Palembang, Sumsel, Senin (24/4). (ANTARA FOTO/Feny Selly/aww/17)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong pengembangan wisata syariah di kabupaten/kota untuk membangkitkan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal di Palembang, Jumat, mengatakan, pemprov sudah memetakan kabupaten/kota yang berpotensi pengembangan wisata syariah ini, di antaranya Pagaralam, Ogan Ilir, Lubuklinggau dan Lahat.

“Kabupten/kota ini umumnya memiliki kampung religi sehingga sangat cocok untuk pengembangan wisata syariah,” kata dia.

Ia mengatakan dalam waktu dekat pemprov akan menggandeng kalangan perbankan untuk pengembangan sektor wisata ini agar menyalurkan kreditnya.

Selain itu, perbankan juga diharapkan berperan aktif untuk mendorongnya melalui aplikasi mobile banking-nya.

“Seperti Bank Mandiri yang sudah meluncuran QRIS di tempat wisata. Ini sangat positif di tengah pandemi ini, karena sejatinya sektor pariwisata sudah diizinkan asalkan menerapkan protokol COVID-19,” kata dia.

Baca juga: Wapres tegaskan wisata halal bukan objek wisata disyariahkan

Baca juga: Jawa Barat raih penghargaan destinasi wisata halal terfavorit


Merebaknya virus corona menyebabkan agenda pariwisata di Sumsel menjadi batal digelar seperti Festival Sriwijaya, Festival Danau Ranau, pagelaran tari Melayu Nusantara, Festival Gendang dan lainnya.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun tergerus sehingga pemprov harus mencari cara untuk mengembalikan performanya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan saat ini perbankan di Sumatera Selatan kini lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit usaha untuk menimalisasi resiko adanya pelemahan ekonomi yang dialami para pelaku bisnis di tengah pandemi COVID-19.

“Ini sesuatu yang wajar terjadi, tapi perbankan tentunya harus memiliki strategi agar tetap ada kinerja dalam penyaluran kredit di tengah pandemi,” kata Hari.

Sejauh ini BI sudah memetakan sektor bisnis tersebut, di antaranya, sektor transfortasi melalui penggunaan uang elektronik mengingat Sumatera Selatan memiliki LRT, sektor pariwisata melalui bisnis online tiket dan sektor perdagangan ritel melalui penggunaan layanan transaksi digital.

“BI juga mendorong kalangan perbankan untuk menggarap sektor UMKM dan keuangan syariah,” kata dia.

Baca juga: Sosialisasi wisata syariah dianggap belum maksimal

Baca juga: NTB fasilitasi 100 restoran peroleh sertifikat halal
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020