Komisi VII DPR pertanyakan kuota elpiji 3 kg yang menurun

Komisi VII DPR pertanyakan kuota elpiji 3 kg yang menurun

Elpiji bersubsidi tabung ukuran tiga kilogram atau dikenal dengan tabung gas melon (Antaranews/Novi Abdi)

Jakarta (ANTARA) - Komisi VII mempertanyakan mengenai kuota elpiji tiga kilogram (kg) kepada Kementerian ESDM dalam rapat kerja di Jakarta, Rabu.

Hal yang dipertanyakan adalah keputusan pemerintah untuk kuota elpiji tahun anggaran 2021. Dalam Nota Keuangan 2021 pemerintah memutuskan untuk menurunkan kuota elpiji 3 kg menjadi 7 juta metrik ton.

Sedangkan pada Juni 2020 lalu telah disepakati untuk elpiji 3 kilogram jumlahnya berada di antara rentang 7,5 juta - 7,8 juta metrik ton.

Baca juga: Kementerian ESDM: subsidi elpiji melon masih dijalankan

Salah satu anggota Komisi VII Doni Maryadi menilai kuota elpiji 3 kilogram seharusnya meningkat setiap tahun, dalam upaya menghadapi masa pandemi saat ini.

Masih dalam kesempatan yang sama Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan kementerian  telah memutuskan untuk menyiapkan 7 juta metrik ton elpiji 3 kg dengan melihat data realisasi pada tahun sebelumnya.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan terus menekan angka penyaluran yang tidak tepat sasaran agar tidak menambah kuota elpiji 3 kg di tengah meningkatnya jumlah penerima.

Baca juga: Pemerintah siapkan energi alternatif pengganti elpiji

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020