Spesialis gizi dorong peningkatan asupan sayur dan buah saat pandemi

Spesialis gizi dorong peningkatan asupan sayur dan buah saat pandemi

Tangkapan layar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan Spesialis gizi klinik dr. Cut Hafiah dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/9/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Spesialis gizi klinik dr. Cut Hafiah M.Gizi SpGK mengatakan masyarakat harus meningkatkan asupan sayur dan buah dalam masa pandemi sebagai bentuk usaha memperkuat imunitas mencegah infeksi COVID-19.

"Kita harus berperang dengan APD lengkap terutama di dalam diri kita jadi imunitas kita harus tetap baik. Jadi bukan hanya makan jamu, jahe dan stok vitamin yang banyak tapi kita harus makan sehat dan seimbang," kata dr. Cut dalam diskusi Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat.

Makanan sehat yang dapat meningkatkan imunitas adalah yang mengandung zat mikronutrien dan makronutrien. Spesialis gizi klinik RS Hermina Galaxy Bekasi itu memberi contoh makronutrien itu seperti karbohidrat, protein dan lemak sementara mikronutrien seperti kalsium, asam folat dan zat besi.

Baca juga: Tetap sehat dengan gizi seimbang pada era adaptasi kebiasaan baru

Karena itu dia menekankan pentingnya asupan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien itu. Dia mendorong bagi mereka yang jarang mengonsumsi sayur dan buah untuk mulai rajin memakannya sebagai bentuk perlindungan tubuh di tengah pandemi.

"Yang biasanya jarang mengonsumsi sayur dan buah sekarang kita proteksi tubuh kita dengan meningkatkan asupan sayur dan buah, lima sampai enam porsi setiap hari," tegas Cut.

Pentingnya asupan gizi untuk melawan COVID-19 juga ditegaskan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Selain pentingnya menjaga kualitas makanan, Wiku juga menegaskan perlunya minum air dan tidur yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh.

Dia mendorong agar masyarakat memiliki durasi tidur yang cukup yaitu 7-8 jam per hari dan mengonsumsi air cukup banyak agar tidak dehidrasi yaitu sekitar 8-10 gelas per hari.

Baca juga: Asupan makanan bergizi sangat diperlukan anak saat pandemi

Selain itu dia juga mendorong masyarakat untuk berolahraga sebagai bentuk meningkatkan ketahanan tubuh melawan virus.

"Yang penting kita tidak boleh stres. Tentu caranya lakukan aktivitas yang menyenangkan di rumah, intinya kalau tidak perlu keluar rumah sebaiknya di rumah saja supaya kita tidak berpotensi menulari atau tertular karena aktivitas yang menjaga imunitas bisa dilakukan di rumah juga," tegas Wiku.

Baca juga: Cegah COVID-19, IDI sarankan makan masakan rumah dengan gizi seimbang
Baca juga: Konsumsi makanan sehat jadi kebiasaan baru selama pandemi
Baca juga: Tingkatkan imunitas dengan pola gizi seimbang
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020