Satu pedagang sayur di Beringharjo Yogyakarta positif COVID-19

Satu pedagang sayur di Beringharjo Yogyakarta positif COVID-19

Dokumentasi - Pintu masuk Pasar Beringharjo Yogyakarta yang sudah dilengkapi dengan tempat cuci tangan, 14 Juni 2020 (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Kota Yogyakarta ditemukan di tempat usaha setelah seorang pedagang sayur di Pasar Beringharjo sisi timur terkonfirmasi positif corona dan selanjutnya  dilakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pedagang berjualan.

“Guna kepentingan disinfeksi, maka Pasar Beringharjo sisi timur akan diliburkan pada Selasa (15/9). Akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Perlu diketahui, Pasar Beringarjo memiliki banyak gedung terpisah,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Senin.

Selain penyemprotan disinfektan, juga dilakukan pelacakan terhadap kontak erat pedagang sayur tersebut. Hingga saat ini, total jumlah kontak erat atas kasus tersebut sudah tercatat sebanyak 18 orang yang selanjutnya akan dilakukan uji usap.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah menjadi 1.355 orang

Baca juga: Tiga restoran di Kota Yogyakarta terverifikasi protokol kesehatan

Pedagang di Beringharjo yang terkonfirmasi positif tersebut pada awalnya mengeluh batuk dan pada akhir Agustus diminta beristirahat di rumah. Pedagang mengikuti tes cepat dan diketahui hasilnya reaktif sehingga dilanjutkan uji usap dengan hasil positif.

Sebelumnya, kasus positif COVID-19 Yogyakarta juga terjadi di pedagang kaki lima Malioboro, bahkan pedagang tersebut meninggal dunia.

Pelacakan terhadap kontak erat terus dilakukan dan pada Senin (14/9) terdapat tambahan enam kasus positif dari kontak erat pedagang.

Baca juga: Jelang PSBB Jakarta, tak ada lonjakan penumpang di bandara Yogyakarta

“Pelacakan masih terus dilakukan. Bahkan kami memperluas wilayah untuk kebutuhan uji usap acak sebagai sampel untuk menentukan kondisi kasus COVID-19 di Malioboro. Sampel pedagang dari utara hingga selatan Malioboro,” katanya.

Hingga saat ini, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta masih belum memberikan status klaster untuk temuan kasus COVID-19 di Malioboro karena pasien yang dinyatakan positif masih memiliki kontak erat dengan pedagang. “Ada yang masih satu keluarga dan ada yang shalat berjamaah,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, ruas PKL yang terdapat temuan kasus positif COVID-19 masih diliburkan. “Pedagang kaki lima lain masih tetap bisa beraktivitas seperti biasa, begitu pula dengan pengunjung,” katanya.

Baca juga: Menkes: Masih tersedia 2.110 tempat tidur ruang isolasi dan 253 ICU

Sedangkan untuk kasus positif COVID-19 di klaster warung soto, Heroe mengatakan sudah menyelesaikan pelacakan sehingga saat ini fokus untuk kebutuhan memblok kasus dan pemantauan terhadap pasien yang masih menjalani isolasi mandiri.

“Dari klaster warung soto, ada seorang pasien yang meninggal dunia yaitu tetangga pemilik warung berusia 60 tahun. Beliau mengalami gejala demam dan batuk lalu dirawat di rumah sakit dan dinyatakan positif 4 September, meninggal pada 13 September,” katanya.

Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id pada Senin (14/9), terdapat 74 kasus aktif positif COVID-19 di Yogyakarta, 162 pasien dinyatakan sembuh, dan 14 pasien meninggal dunia.

Baca juga: Banjarmasin wajibkan warga dari Jakarta tes usap COVID-19

Baca juga: Kota Bogor berstatus zona merah COVID-19 sejak Senin pagi


 

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020