Dokter di Sumbar bangun lab spesimen COVID-19 demi kemandirian bangsa

Dokter di Sumbar bangun lab spesimen COVID-19 demi kemandirian bangsa

Tangkapan layar acara diskusi virtual bertema Isi Hati Pahlawan Kemanusiaan di Era Masker, Jakarta, Senin (14/9/2020). (ANTARA/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Sumatera Barat, dr. dr. Andani Eka Putra mengaku membangun laboratorium dengan biaya sendiri dan memberikan layanan tes swab gratis kepada masyarakat adalah demi kemandirian bangsa.

"Jadi saya selalu bercita-cita bahwa bangsa ini, umat ini akan maju, akan berhasil kalau berdiri di atas kakinya sendiri," kata dr. Andani dalam sebuah diskusi virtual dan dikutip melalui keterangan pers, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan upayanya mengeluarkan dana Rp850 juta dari dana pribadinya untuk membangun laboratorium uji spesimen COVID-19 adalah untuk kemandirian bangsa dan juga kemaslahatan umat.

"Jadi saya membangun lab itu, saya menginvestasikan dana untuk membeli alat-alat dan sebagainya semata-mata memang tujuannya adalah bagaimana suatu saat sebelum saya mati itu saya bisa menghasilkan sesuatu untuk bangsa ini, yang bisa dipakai oleh masyarakat kita sekarang ini. Itu yang saya harapkan," katanya.

Andani merupakan salah satu orang yang menemukan metode pool test, yang kemudian bersama timnya dan didukung Pemprov Sumbar juga memberikan layanan tes swab gratis untuk masyarakat.

Ia berpesan kepada tim yang ia bentuk bahwa semangat mereka untuk membantu masyarakat harus didasari pada semangat kekeluargaan.

"Saya selalu menyampaikan ke tim saya, selalu bayangkan kalau yang menunggu hasil tes COVID-19 itu adalah keluarga kita, mereka ingin hasilnya cepat keluar, anggap mereka keluarga kita, maka kita harus bekerja keras, siang dan malam agar hasil tes segera keluar, itu prinsip kerja tim ini," demikian katanya.

Baca juga: Laboratorium biomolekuler Unsrat bisa periksa 1.000 sampel sehari

Baca juga: Kolaborasi DKI-LSM hadirkan lab bergerak

Baca juga: 320 laboratorium belum mampu capai target 30.000 tes spesimen per hari
Pewarta : Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020