Dinkes Surabaya jelaskan aturan tes usap gratis di Labkesda

Dinkes Surabaya jelaskan aturan tes usap gratis di Labkesda

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjelaskan aturan tes usap gratis bagi warga Surabaya dan warga luar kota di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya Jalan Gayungsari Nomor 124 Kota Surabaya, Jatim.

Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Kamis, mengatakan layanan tes usap di Labkesda gratis khusus bagi warga Surabaya, misalnya warga tersebut merupakan sopir atau pengusaha yang telah beraktivitas selama tujuh hari di luar kota.

"Sebelum pulang ke rumah dan bertemu keluarga, bisa langsung datang ke Labkesda untuk melakukan tes usap," katanya.

Baca juga: DPRD apresiasi kinerja Risma tuntaskan laboratorium swab gratis

Sementara bagi warga luar daerah, kata Febria, dapat memanfaatkan layanan Labkesda itu dengan membayar Rp125 ribu. Tentunya, warga luar daerah yang ingin memanfaatkan layanan itu harus melampirkan surat keterangan domisili dimana ia tinggal di Surabaya beserta tujuannya.

"Kemudian kalau hanya menginap di hotel, maka dia harus menunjukkan reservasi menginap di hotel," kata Febria.

Sebab, kata Febria, setiap ada warga luar daerah yang tinggal di Surabaya akan diawasi oleh RT/RW beserta kelurahan dan kecamatan setempat. Termasuk jika warga luar daerah itu datang ke Surabaya bertujuan untuk berkunjung ke rumah saudara.

"Kalau tinggal di Surabaya kurang dari tiga hari maka tidak perlu (swab). Karena persyaratannya memang minimal tiga hari," ujarnya.

Baca juga: Risma resmikan Labkesda untuk tes usap COVID-19 gratis warga Surabaya

Feny, sapaan lekat Febria Rachmanita menyatakan, selain menyedian layanan swab di Labkesda Surabaya, pihaknya setiap hari juga menggelar swab massal di Gelora Pancasila, Gelanggang Remaja beserta lokasi-lokasi lain, terutama di lokasi yang ditemukan adanya kasus COVID-19.

"Di semua rusun akan kita swab penghuninya termasuk di pasar-pasar juga. Jadi ada yang mobile juga, karena kita sudah punya mobile PCR yang bisa melakukan tes usap dan mendatangi warga," katanya.

Namun, Feny mengatakan bahwa layanan tes usap ini juga dapat dimanfaatkan warga Surabaya melalui puskesmas terdekat, khususnya bagi mereka yang memiliki saspek dan kotak erat dengan pasien COVID-19.

Baca juga: Risma sebut 70 persen kasus COVID-19 terjadi pada anak muda

"Di sana, petugas puskesmas akan mengambil spesimen pasien untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Labkesda Surabaya. Kalau jam kerja sebaiknya mendaftar lewat puskesmas. Supaya tidak menumpuk di satu tempat. Apalagi kalau kontak erat, puskesmas juga punya databasenya," ujarnya.

Menurut dia, layanan pemeriksaan swab di Labkesda ini merupakan salah satu bentuk perhatian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terhadap kesehatan masyarakat. Sebab, kata Feny, Wali Kota Risma tidak ingin ada lonjakan kasus COVID-19 hingga peningkatan kematian.

"Karena ibu wali kota melihat di beberapa daerah masih ada lonjakan kasus. Jadi hasil tracing dari teman-teman puskesmas banyak yang tertular dari saudaranya yang baru datang dari luar kota atau baru pulang dari luar kota," katanya.

Baca juga: Pakar kritisi rencana wajibkan tes usap bagi pendatang di Surabaya

 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020