BMKG: Gempa 4,9 SR di Luwu Timur tidak menimbulkan tsunami

BMKG: Gempa 4,9 SR di Luwu Timur tidak menimbulkan tsunami

Peta Sulawesi Selatan dan letak gempa bumi terjadi di Luwu Timur. Titik merah adalah lokasi gempa di Lutim, Sulsel. ANTARA/HO/

Makassar (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan dengan kekuatan 4,9 Skala Richter tidak menimbulkan tsunami.

"Tepat pada pukul 18:26:32 WITA telah terjadi gempa bumi tektonik di wilayah bagian timur Provinsi Sulawesi Selatan tidak menimbulkan tsunami," ujar Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Darmawan di Makassar, Senin.

Baca juga: Warga waspadai peningkatan aktivitas gempa di Sesar Matano Luwu Timur

Ia mengatakan pusat gempa yang berada di darat pada jarak 5 kilometer dengan kedalaman 5 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Luwu Timur.

Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempa dengan kekuatan 4,9 SR itu berada di koordinat episentrum 2.63 lintang selatan (LS) dan 121,18 bujur timur (BT).

"Ditinjau dari kedalaman hiposentrumnya, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas Sesar Matano," katanya.

Baca juga: BMKG: Banjir Luwu Utara tidak terkait gempa

Darmawan menyebutkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa bumi dirasakan di Sorowako III-IV MMI di mana benda yang bergantung terasa bergoyang dan bahkan seakan ada truk besar berlalu.

"Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda yang tergantung bergoyang tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti," ucapnya.

Hingga saat ini, hasil monitor BBMKG Wilayah IV menunjukkan bahwa daerah Sorowako dan sekitarnya telah diguncang gempa bumi satu kali. Pihaknya masih terus memantau perkembangan gempa susulannya.

Baca juga: Gempa 5,0 SR guncang Luwu Timur

"Terkait dengan peristiwa gempa bumi tersebut, masyarakat yang berdekatan dengan lokasi sumber gempa bumi diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucapnya.
 
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020