Bawaslu Kalbar: 2.323 petugas pengawas ikuti tes cepat COVID-19

Bawaslu Kalbar: 2.323 petugas pengawas ikuti tes cepat COVID-19

Ilustrasi - Pemilihan kepala daerah. (Antaranews)

Pontianak (ANTARA) - Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Kalimantan Barat Syf. Aryana Kaswamayana mengatakan, sebanyak 2.323 petugas pengawas di lima kabupaten yang menggelar Pilkada Serentak 2020 mengikuti tes cepat COVID-19.

"Untuk mempersiapkan pelaksanaan pilkada serentak di lima kabupaten di Kalbar, kami telah melakukan tes cepat terhadap petugas pengawas di kabupaten yang menggelar pilkada serentak tahun ini. Totalnya ada 2.323 orang pengawas yang ikut tes ini," kata Aryana di Pontianak, Selasa.

Dia menjelaskan, pelaksanaan tes tersebut sudah dimulai sejak tanggal 19 September dan akan selesai dilaksanakan pada Rabu besok.

Baca juga: Satgas tak toleransi aktivitas politik timbulkan kerumunan
Baca juga: Pengamat: Pilkada 2020 ditunda untuk keselamatan rakyat


Hingga hari ini, katanya, baru Kabupaten Sambas dan Ketapang yang sudah melakukan tes cepat, baik untuk petugas pengawas di kecamatan maupun desa serta komisioner dan bagian kesekretariatan. Jumlahnya mencapai 792 orang.

Aryana menambahkan dari tes cepat itu didapatkan dua orang yang dinyatakan reaktif. Oleh tim petugas pelaksana tes cepat menginformasikan ke gugus tugas untuk menindaklanjuti hasil tes cepat itu.

"Gugus tugas melakukan rapid kembali dan dinyatakan non reaktif, sehingga tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya, yakni tes usap," katanya.

Sementara itu untuk kabupaten lain diantaranya Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu dan Bengkayang pelaksanaan tes cepat sudah dijadwalkan hingga tanggal 28 September 2020.

Aryana mengatakan tes cepat ini dilakukan sebagai persiapan Bawaslu dalam melakukan pengawasan tahapan kampanye ditujuh kabupaten yang melaksanakan pilkada.

"Persiapan lainnya kami sudah melakukan bimtek untuk panwaslu desa/kelurahan," kata Aryana.

Dia menambahkan tes cepat juga dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19. Pihaknya tidak ingin ada petugas yang terpapar COVID-19 yang menjadi kluster di masa pandemi saat ini.

Kemudian upaya lain yang dilakukan memfasilitasi petugas dengan APD lengkap di setiap tahapan pengawasan yang mereka lakukan. Termasuk menyiapkan vitamin.

Aryana berharap jajaran Bawaslu hingga tingkat tahapan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. "Termasuk menjadi bagian dari yang mensosialisasikan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Bawaslu Kalbar ingatkan KPU, 27.358 rumah belum di coklit
Baca juga: Bawaslu Kalbar mulai petakan daerah rawan Pilkada
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020