Dukungan komunitas penting dalam hadapi kanker payudara

Dukungan komunitas penting dalam hadapi kanker payudara

Ilustrasi pita merah muda, sebagai simbol untuk waspada pada kanker payudara. (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Penyintas kanker payudara mengemukakan pentingnya dukungan dari orang terdekat dan komunitas dalam menghadapi penyakit kanker payudara dan melalui proses penyembuhan.

Menemukan komunitas yang memahami perjuangan pasien kanker payudara dapat meringankan beban karena merasa punya teman yang bisa jadi tempat berbagi kesulitan.

"Dukungan ini bisa sangat membantu orang yang lagi (menjalani) kemoterapi dan radiasi, mental mereka akan bangkit," kata Pravita, penyintas kanker payudara, dalam peluncuran Wardah Exclusive Matte Lipcream x Ayang Cempaka, Minggu.

Baca juga: Karya Ayang Cempaka hiasi "lipcream" jelang Hari Kanker Payudara

Bertemu dengan komunitas yang tepat bisa membantu pasien kanker untuk menemukan orang-orang tak cuma mendukung, tapi juga mendampingi selama proses penyembuhan. Mereka adalah orang yang bisa berempati dan memahami cara menguatkan hati pasien kanker payudara.

"Carilah komunitas yang betul-betul mendukung, bukan sekadar menyemangati di mulut, tapi didampingi betul-betul."

Dia mengungkapkan pengalamannya di Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di mana para anggotanya saling mendukung dan berbagi cerita. Selain itu, yayasan tersebut juga banyak membuat acara yang mendukung deteksi dini kanker payudara.

"Juga edukasi bagaimana supaya perempuan Indonesia harus aware dengan dirinya sendiri."

Dia mengingatkan untuk senantiasa melakukan "Periksa Payudara Sendiri" (Sadari) agar bisa segera ditangani bila kanker ditemukan sejak dini. Semakin lambat ditangani, pengobatannya pun semakin panjang.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit merilis bahwa deteksi dini terhadap kanker diperlukan.

Sebab, jika kanker dapat ditemukan secara dini dengan ukuran masih kecil atau kurang dari satu sentimeter serta ditangani dengan cepat dan tepat, maka ada harapan sembuh hampir 100 persen.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi ke dokter saat menemukan benjolan sekecil apa pun karena menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh.

Sebanyak 70 persen masyarakat di Tanah Air baru menyadari dirinya mengidap kanker stadium tiga dan empat saat dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Membedakan nyeri jelang menstruasi dengan nyeri akibat tumor payudara

Baca juga: Makanan tinggi serat larut bantu kurangi risiko kanker payudara

Baca juga: Teknologi AI Google bisa untuk mendeteksi kanker payudara
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020