NTT rancang desain pariwisata Flores untuk dipasarkan 2021

NTT rancang desain pariwisata Flores untuk dipasarkan 2021

Ilustrasi: Tiga orang wisatawan sedang menikmati Kampung Adat Gurusina di Kecamatan Jerebu'u. Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur sebelum terbakar pada Senin (13/8) sore. (ANTARA Foto/dok)

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama masing-masing pemerintah daerah segera menyelesaikan rancangan pariwisata di Pulau Flores hingga Kabupaten Lembata dan Alor.

“Saya minta desain pariwisata kawasan Flores dan sekitarnya ini harus sudah selesai secepatnya. Badan otorita maunya seperti apa, kerjanya apa, dan masa depan pariwisata yang ingin dicapai seperti apa. Desain pariwisata seluruh kabupaten di Pulau Flores, Lembata dan Alor, harus menyatu di sana,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan membangun pariwisata harus dimulai dari konsep yang jelas dan dimengerti, dimulai dari teori yang seperti apa, lalu turunan serta prakteknya harus dirancang dengan jelas, apalagi bicara tentang pariwisata yang premium dan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden ingin Labuan Bajo benar-benar jadi kawasan wisata premium

"Jangan kita bicara pariwisata dengan konsep yang wow tapi tidak kita mengerti. Harus jelas ilmunya seperti ini, turunannya bagaimana,” katanya.

Untuk itu Gubernur Viktor meminta BOPLBF  bersama para kepala daerah di sembilan kabupaten se-daratan Pulau Flores, Lembata, dan Alor, agar merancang sedikitnya dua produk unggulan pariwisata untuk dijual pada 2021.

Produk unggulan tersebut, lanjut dia, harus disertai dengan narasi yang lengkap dan dibuat dalam agenda pariwisata untuk dipasarkan hingga ke tingkat mancanegara.“Ini tugasnya Badan Otorita Pariwisata. Harus bisa memastikan kedua produk unggulan itu bisa disuka, ditonton, dan diketahui oleh semakin banyak orang. Karena itu bisa menarik orang datang ke sini,” katanya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR dorong pemerintah kembangkan wisata di Pulau Flores

“Rencana apa saja yang terkait pariwisata agar semakin dikenal dunia, BOPLBF ada di sana. Sale dan marketing-nya harus terintegrasi dengan baik. BOPLBF tidak perlu terlibat dalam pembangunan infrastruktur,” katanya.

Gubernur Viktor mengatakan untuk menghasilkan rancangan pariwisata di wilayah Pulau Flores, Lembata, dan Alor yang baik maka berbagai pihak tidak boleh berjalan sendiri.

“Tidak boleh BOPLBF jalan sendiri, pemerintah kabupatennya jalan sendiri, dan gubernurnya jalan sendiri. Cara kerja seperti ini harus dihilangkan,” tegasnya.

Baca juga: Mulai 17 September, Garuda buka rute Kupang-Labuan Bajo

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020