KKP dorong stimulus ekonomi sektor kelautan dalam bentuk padat karya

KKP dorong stimulus ekonomi sektor kelautan dalam bentuk padat karya

Ilustrasi-Hutan bakau atau mangrove ANTARA/HO-Dokumentasi KKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP mendorong stimulus ekonomi sektor kelautan dalam rangka program padat karya seperti penanaman bibit mangrove atau hutan bakau sebagai upaya merehabilitasi ekosistem pesisir nasional.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan, KKP diminta memberikan stimulus ekonomi untuk sektor kelautan dan perikanan yang terdampak pandemi melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dalam bentuk padat karya," kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Tb Haeru Rahayu, akrab dipanggil Tebe, dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Menurut Tebe, ekosistem mangrove memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat pesisir sehingga perlu mendapat perhatian lebih agar keberadaannya tetap dipertahankan dan terhindar dari kerusakan.

Tebe juga menjelaskan, luas mangrove nasional pada tahun 2019 adalah sebesar 3,31 juta hektare, atau dapat dikatakan sebagai luasan terluas di dunia.

Namun demikian, lanjutnya, jika dilihat dari data historis luasan mangrove nasional sejak tahun 1980 sampai tahun 2019 diketahui bahwa luas ekosistem mangrove nasional telah berkurang sangat besar hingga mencapai 54 persen.

Sebagai upaya mengembalikan luasan ekosistem mangrove yang hilang dan merehabilitasi ekosistem pesisir yang rusak, KKP melakukan penanaman bibit mangrove di pesisir Desa Gampong Baru, Aceh Jaya, 6 Oktober 2020.

"Pada tahun 2020, KKP memiliki target untuk melakukan perbaikan kondisi ekosistem mangrove dengan penanaman mangrove seluas 200 hektare di 12 lokasi, salah satunya di Kabupaten Aceh Jaya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) Muhammad Yusuf mengungkapkan kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan mulai dari tanggal 1-7 Oktober 2020 dilakukan secara padat karya oleh Kelompok Ekowisata Gampong Baro dan masyarakat sekitar pada area seluas 25 Ha.

Muhammad Yusuf memaparkan bahwa bibit mangrove yang ditanam sebanyak 82.500 batang bibit dari jenis Rhizopora sp.

"Bibit ini adalah hasil penyemaian yang dilakukan oleh penggiat konservasi mangrove," ungkap Yusuf.

Yusuf mengutarakan harapannya agar ke depan, lokasi penanaman bibit mangrove ini dapat dikembangkan sebagai lokasi ekowisata dan destinasi wisata bahari di Aceh sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca juga: Wakil Menteri: Hutan mangrove berperan penting jaga keseimbangan alam
Baca juga: Profesor IPB University: Teknik Guludan efektif rehabilitasi mangrove
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020