Pemain Borneo FC harap ada titik terang di pertemuan PSSI dan klub

Pemain Borneo FC harap ada titik terang di pertemuan PSSI dan klub

Dok - Penyerang Borneo FC Diogo Campos (kanan) dikawal ketat oleh pemain tengah Persipura Takuya Matsunaga dalam laga Liga I Indonesia 2020 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (07/03/2020). Dalam laga ini Persipura Jayapura kalah 0-2 dari tim tuan rumah Borneo FC. (ANTARA /HO-Persipura Jayapura) (ANTARA /HO-Persipura Jayapura)

Jakarta (ANTARA) - Pemain muda Borneo FC Pualam Bahari berharap ada titik terang soal nasib kompetisi saat PSSI bersama PT LIB dan seluruh perwakilan klub akan menggelar pertemuan pada pekan ini.

Dikutip dari laman resmi klub di Jakarta, Senin, Pualam mengatakan nasib baik memang tengah ditunggu-tunggu dalam pertemuan itu. Ia berharap kompetisi bisa kembali dilanjutkan.

"Tanggapannya ya yang pasti kecewa apalagi kita semua sebelumya sudah berjuang di setiap latihannya dan mempersiapkan dengan sangat matang," kata dia.

Baca juga: Wildansyah harapkan operator Liga 1 ganti kerugian tim

Pualam merupakan mantan kiper timnas Indonesia U-16, ia baru didatangkan manajemen Borneo FC pada musim ini. Awalnya, kompetisi yang rencananya digelar pada 1 Oktober lalu membuat dia semakin bersemangat merebut posisi inti, apalagi ada regulasi mengenai pemain U-20 di susunan pemain.

Akan tetapi, saat kompetisi akan dimulai dua hari lagi, PSSI memutuskan untuk menunda akibat tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian hingga waktu yang belum ditentukan.

Manajemen Borneo FC berharap apabila kompetisi dilanjutkan maka seluruh persiapan dan persyaratan penyelenggaraan kompetisi harus dituntaskan lebih dulu agar tak menjadi polemik dikemudian hari.

Baca juga: Borneo FC perpanjang libur pemain
Baca juga: Diliburkan sementara, pemain Borneo dibekali program latihan mandiri


Manajer Pesut Etam Farid Abubakar mengatakan dalam pertemuan bersama klub sebelum kompetisi ditunda, federasi dan operator tak menyinggung soal izin keamanan dari pihak kepolisian. Maka klub mengira lampu hijau sudah didapatkan oleh federasi maupun operator liga.

Namun dua hari jelang bergulir ternyata kompetisi Liga 1 belum mengantongi izin dari pihak kepolisian dan memaksa kompetisi kembali ditangguhkan.

"Kecewa pastilah ada. Karena kita sudah menjalani beberapa kali meeting dan tidak ada sama sekali bahasan perihal izin keamanan dari kepolisian. Jadi terkesan sekarang liga ini menjalankan kelanjutan liga secara terburu-buru," kata Farid.

Baca juga: Borneo FC kecewa Liga 1 Indonesia ditunda lagi
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020