Lewat Program Padat Karya, Babel tanam mangrove seluas 50 hektare

Lewat Program Padat Karya, Babel tanam mangrove seluas 50 hektare

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan (depan) meninjau kawasan program padat karya penanaman mangrove senilai Rp1,5 miliar di Desa Kurau Timur Kabupaten Bangka Tengah, Selasa. (Aprionis)

Bangka Tengah (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  Erzaldi Rosman Djohan meresmikan Program Padat Karya penanaman mangrove senilai Rp1,5 miliar di Desa Kurau Timur Kabupaten Bangka Tengah, sebagai langkah memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pendemi COVID-19.

"Program ini tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga untuk melestarikan lingkungan dan ekosistem pantai di daerah ini," kata Erzaldi Rosman Djohan saat meresmikan Program Padat Karya penanaman mangrove di Desa Kurau Timur, Selasa.

Ia mengatakan kegiatan program padat karya penanaman mangrove seluas 50 hektare ini dilakukan oleh Kelompok Gempita ini tidak semata-mata mencari uang, akan tetapi kelompok ini sangat mencintai lingkungan, menjaga mangrove agar tetap lestari.

Baca juga: Program Padat Karya restorasi terbesar terumbu karang resmi meluncur

"Saya sangat mendukung program ini, karena dinilai sangat baik untuk pemulihan ekonomi nasional khusus Babel dari COVID-19 yang masih melanda negeri ini," katanya.

Menurut dia, peran masyarakat sangat diharapkan agar tujuan Program Padat Karya dapat tercapai yaitu pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

"Secara pribadi, saya meminta kepada kelompok ini agar secara sukarela menambah luas lahan 10 persen dari lahan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: Pemerintah sebut program padat karya pulihkan daya beli pada 2021

Selain itu pemprov akan bekerja sama dengan masyarakat mendorong hutan mangrove ini agar jadi destinasi wisata berstandar nasional.

"Supaya kawasan hutan mangrove ini selalu indah dan menarik minat wisatawan, maka disarankan untuk dijaga kebersihannya serta bebas dari sampah plastik," katanya.

Ia juga berharap melalui penanaman pohon mangrove, pantai di Babel dapat terhindar dari erosi dan tsunami. "Selain itu dengan ekosistem yang sehat, lokasi pohon mangrove dapat dijadikan habitat kembang biak udang, kepiting, dan ikan," katanya.

Baca juga: Kemendes PDTT dorong penggunaan dana desa untuk program padat karya

 
Pewarta : Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020