Puluhan pelajar di Ende-NTT diajarkan BOPLBF cara olah limbah sampah

Puluhan pelajar di Ende-NTT diajarkan BOPLBF cara olah limbah sampah

Sejumlah pelajar sedang mengikuti pelatihan gerakan sadar wisata di Ende, Pulau Flores, NTT, yang diselenggarakan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Kamis (19/10/2020) . (FOTO ANTARA/HO-BOPLBF)

Kupang (ANTARA) - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) memberikan pelatihan Pengolahan Limbah dalam Gerakan Sadar Wisata (GSW) sebagai upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan kepada sebanyak 60 pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA se-Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, kepada ANTARA, Senin di Kupang mengatakan bahwa pariwisata berkelanjutan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) merupakan visi pengembangan pariwisata setelah pandemi COVID-19.

"Semua elemen perlu melakukan pembenahan dalam upaya mempersiapkan diri, salah satunya pada aspek pengolahan limbah," katanya.

Menurut dia pariwisata setelah pandemi akan berubah, di mana aspek CHSE akan menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke suatu destinasi wisata.

Wisata yang digemari juga adalah wisata untuk pemulihan yakni ekowisata yang berhubungan dengan aktivitas pemulihan (healing) seperti trekking, yoga, dan hiking.

“Untuk itu destinasi wisata harus memperhatikan aspek CHSE tersebut salah satunya aspek kebersihan," tutur dia.

Menurut dia Pulau Flores sangat terkenal akan alamnya yang indah nan eksotis serta cocok untuk destinasi wisata pemulihan. Ini merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan.

Namun, katanya, tanpa disadari masalah limbah secara perlahan menggerus keindahan alam yang sudah ada ini. Dan ini harus menjadi perhatian bersama dan harus diselesaikan bersama.

Shana juga menambahkan tentang pentingnya pemahaman gaya hidup bebas sampah sejak usia dini dengan membiasakan perilaku 3R yaitu reduce (mengurangi sampah), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang) dalam tiap jenjang pendidikan sebagai salah satu upaya solusi masalah limbah.

Pemerintah melalui BOPLBF, kata dia, akan terus mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat hingga menjadi lokomotif perekonomian di kawasan Flores.

Penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi super premium adalah salah satu langkah positif yang telah dilakukan pemerintah pusat dan menunjukan perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata kawasan Flores.

" Untuk itulah BOPLBF hadir menjembatani itu. Mari kita bergandengan tangan, secara bersama, mewujudkan pariwisata Flores menjadi pariwisata yang unggul. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kita harus menjadi destinasi kelas dunia,” demikian Shana Fatina.

Baca juga: Labuan Bajo diyakini cepat tumbuh dibanding objek wisata lain

Baca juga: Badan Otoritas ingin tunjuk Leonardo Di Caprio jadi duta Labuhan Bajo

Baca juga: Bappenas dukung Pulau flores jadi tujuan wisata premium, ini alasannya

Baca juga: Badan Otoritas harapkan generasi muda Labuhan Bajo bantu pariwisata

Baca juga: Mengincar Leonardo DiCaprio jadi duta promosi Labuhan Bajo
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020