Menteri ESDM nilai "smart grid" inovasi ketenagalistrikan

Menteri ESDM nilai

Tangkapan layar - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat menghadiri acara Learning, Innovation, Knowledge, and Exhibition (LIKE) 2020 secara virtual, Selasa (20/10/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube PLN/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai jaringan listrik pintar atau smart grid  merupakan salah satu inovasi teknologi yang konkret dalam menjawab tantangan perkembangan zaman di sektor ketenagalistrikan.

"Smart grid harus menjadi solusi dalam sistem ketenagalistrikan kita agar tidak tertinggal oleh negara lain," kata Arifin di Jakarta, Rabu, terkait acara Learning, Innovation, Knowledge, and Exhibition (LIKE) 2020, sebagai bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-75

Lebih lanjut, Arifin menilai pengembangan smart grid bisa mendukung kawasan pariwisata dan industri berbasis energi baru dan terbarukan yang berasal dari sumber energi lokal. "Semangat ini harus dimiliki oleh seluruh manajemen PLN sehingga dapat lebih menerima pembangkit EBT dalam sistem kelistrikan PLN," ungkapnya.

Arifin mengatakan acara LIKE diharapkan mendorong lahirnya produk-produk inovasi yang akan meningkatkan kinerja perusahaan. "Hasil kegiatan ini semoga bisa memberikan manfaat berarti bagi peningkatan pengelolaan kelistrikan nasional," tegas Arifin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyampaikan, pembangkit EBT dan electricity storage menjadi peluang, tantangan dan agenda riset strategis yang harus dijawab oleh lembaga penelitian dan pengembangan ketenagalistrikan.

Di era new normal, PLN diharapkan dapat terus berinovasi untuk menjawab ekspektasi pelanggan untuk menjadi cepat dan responsif dengan menggunakan teknologi baru dan transformasi digital.

"Kemenristek/BRIN mendukung PLN untuk terus berinovasi guna mencapai transformasi Indonesia menjadi negara dengan ekonomi berbasis Inovasi," tutur Bambang.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan LIKE merupakan bagian dari upaya PLN menjawab perkembangan zaman. "Melalui acara LIKE PLN ini, kita dapat terus mengembangkan inovasi-inovasi terbaik PLN dalam menjawab tantangan industri 4.0," tutur Zulkifli.

Sebagai informasi, LIKE merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh PLN meliputi seleksi karya inovasi pegawai, knowledge sharing, dan pameran karya inovasi pegawai. Tahun ini, terpilih 34 dari 308 karya inovasi yang akan dipresentasikan dan akan dinilai oleh dewan juri tingkat nasional. Sampai saat ini, LIKE menghasilkan 2.256 karya inovasi sejak pertama kali diadakan tahun 2009.

Dari jumlah tersebut, tercatat sudah ada 7 karya inovasi yang memperoleh paten, tiga memperoleh hak cipta dan 78 karya inovasi sedang dalam proses sertifikasi paten. Karya inovasi yang sudah berupa prototipe dan siap diproduksi massal berjumlah 77 karya inovasi. Beberapa inovasi pernah mendapat apresiasi dari Satya Lencana Presiden RI, Menteri ESDM, Museum MURI, HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan ASIAN Power Awards.


Baca juga: Menteri ESDM : transformasi PLN diharapkan ciptakan biaya efisien
Baca juga: PLN hadirkan layanan listrik 24 jam di perbatasan NTT-Timor Leste
Baca juga: PLN mulai operasikan jaringan transmisi bawah tanah di Makassar

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020