Pembangunan Jembatan Teluk Kendari gunakan material lokal 90 persen

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari gunakan material lokal 90 persen

Presiden Joko Widodo (tengah) saat meresmikan Jembatan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). ANTARA/HO-BPMI Setpres

Jakarta (ANTARA) - PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi nasional, bersama dengan PT Nindya Karya (Persero) yang tergabung dalam konsorsium mengemukakan pembangunan Jembatan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, menggunakan material lokal 90 persen.

"Pembangunan jembatan 90 persen menggunakan material lokal, kecuali cable bearing dan expansion joint," kata Direktur PT PP Novel Arsyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Proyek pembangunan jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ditandai secara simbolis dengan prosesi penekanan tombol dan penandatanganan prasasti di lokasi pada Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi resmikan ikon baru Jembatan Teluk Kendari

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini, kata Novel, dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 tahun secara multiyears yang dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan 2020 dan memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun.

Jembatan Teluk Kendari memiliki panjang bangunan dengan total 1.348 meter dimana jembatan tersebut memiliki 4 lajur serta terdapat median dan trotoar dengan total lebar jembatan 20 meter.

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lingkup pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan jalan pendekat atau oprit, approach span, side span, dan bentang utama atau main span sepanjang 200 meter yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp800 miliar.

Dikatakan Novel, jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat Sulawesi Tenggara karena akan mempermudah akses masyarakat sekitar yang berada di Kawasan Kota Lama dan Poasia yang selama ini dipisahkan oleh Teluk.

Baca juga: Presiden: Jembatan Teluk Kendari tingkatkan konektivitas warga

Selanjutnya, dengan adanya jembatan tersebut dapat memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit menjadi 3 hingga 5 menit dari Kota Lama menuju Kecamatan Poasia.

Selain mendukung konektivitas dan aksesbilitas, kehadiran jembatan tersebut juga mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendari New Port serta dapat menunjang percepatan wisata bahari sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Dikatakan, Perseroan bangga dapat terus dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk membangun Jembatan Teluk Kendari dan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu.

"Perseroan berharap dapat terus berpartisipasi dan diberikan kepercayaan oleh Pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia," kata Novel.
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020