Jawa Barat siap menerima penyuntikan vaksin COVID-19

Jawa Barat siap menerima penyuntikan vaksin COVID-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika menjelaskan kepada wartawan tentang vaksinasi COVID-19 (ANTARA/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang siap untuk menerima vaksin COVID-19.

"Bodebek adalah wilayah pertama di Jabar yang akan menjadi lokasi pertama penyuntikan vaksin COVID-19. Kota Depok adalah wilayah pertama di Jabar yang menjadi tempat vaksinasi COVID-19," kata Ridwan Kamil ketika meninjau langsung simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Tapos Kota Depok Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia Bodebek merupakan daerah penyumbang mayoritas kasus positif COVID-19, karena 70 persen ada di Bodebek sehingga kita akan lebih dahulukan.

"Nanti yang disuntik vaksin jumlahnya tidak sedikit, mesti disesuaikan juga dengan jumlah puskesmas atau tempat-tempat lain yang akan dimanfaatkan untuk vaksinasi massal. Penyuntikan vaksin pun tidak cukup sekali," katanya.

Dikatakannya dalam simulasi dapat diketahui itu sebagai antisipasi dalam pelaksanaannya nanti. Pemerintah setempat mesti memastikan jumlah puskesmas mencukupi atau memadai untuk melaksanakan vaksinasi secara massal.
Baca juga: Bogor: Penyuntikan vaksin COVID-19 perlu prioritas karena terbatas
Baca juga: Jelang penyuntikan vaksin kedua, Ridwan Kamil jaga kondisi fisik


Jika memang tidak memadai, harus disiapkan tempat lain seperti gedung serba guna atau GOR lapangan bulutangkis dan semacamnya untuk bisa dipersipakan sebagai tempat vaksinasi massal.

Dalam simulasi tersebut juga dapat perhatikan penerima vaksin akan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu, selain tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Ketika sudah dilakukan vaksinasi harus ditunggu terebih dahulu selama tiga puluh menit setelah disuntik apakah ada reaksi langsung atau tidak. Proses vaksinasi membutuhkan sedikitnya satu sampai dua bulan.

Dia menerangkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan ke 9,1 juta masyarakat Indonesia saat ini sedang dalam tahap uji klinis MUI dan BPOM.
Baca juga: Bali jadi tempat uji coba kedua untuk penyuntikan vaksin COVID-19
Baca juga: Presiden saksikan penyuntikan vaksin COVID-19 kepada 1.620 relawan
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020