SAR Pontianak sosialisasikan sistem deteksi dini pencarian-pertolongan

SAR Pontianak sosialisasikan sistem deteksi dini pencarian-pertolongan

Direktorat Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan sosialisasi sistem deteksi dini dalam memudahkan operasi pencarian dan pertolongan kepada instansi terkait dan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Direktorat Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan sosialisasi sistem deteksi dini dalam memudahkan operasi pencarian dan pertolongan kepada instansi terkait dan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat.

"Sosialisasi ini kami lakukan agar semua pihak paham dan mengerti akan sistem deteksi dini apabila memang diperlukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak Yopi Haryadi dalam keterangannya di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan sistem deteksi dini ini bertujuan untuk meregistrasi sinyal pandu/rambu yang terbagi dalam tiga sistem deteksi dini.

Baca juga: Basarnas tetapkan Labuan Bajo-NTT jadi pusat latihan SAR nasional

Adapun ketiga sistem deteksi dini tersebut, adalah Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) sistem deteksi dini yang terdapat pada kapal laut, kemudian Emergency Locator Transmitter (ELT) yang terdapat pada pesawat terbang, serta Personal Locator Beacon (PLB), yakni sistem deteksi dini yang terdapat pada perorangan).

"Dengan sistem deteksi dini itu, nantinya diharapkan dapat memudahkan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan jika suatu saat alat tersebut memancarkan sinyal berbahaya," ungkapnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, mencatat sejak Januari hingga Oktober 2020, pihaknya telah melakukan sebanyak 77 operasi pencarian dan pertolongan, dimana 32 diantaranya ialah kecelakaan pelayaran dan letak geografis yang berbatasan dengan alur laut kepulauan ( ALKI I).

Baca juga: Tim SAR melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Seliu Belitung

"Dengan begitu, maka pentingnya pendeteksian secara dini, sehingga informasi kejadian kecelakaan dapat secara cepat diketahui," ujarnya.

Selain itu, menurut Yopi, pentingnya peran stakeholder dalam hal pendeteksian secara dini, seperti perusahaan pelayaran, penerbangan dan perorangan yang harus paham betul dalam penggunaan sistem deteksi dini EPIRB, ELT dan PLB tersebut.

"Apalagi sering kami temukan kasus sinyal darurat terpancar dari kapal laut, tetapi setelah dilakukan pengecekan posisi EPIRB terpancar berada di daratan, atau pada saat kapal sandar atau saat kapal itu dilakukan perbaikan," katanya.

Baca juga: SAR Tanjungpinang cari korban pompong terbalik di perairan Sekupang
Pewarta : Andilala
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020