BUMN penjaminan bantu pengembangan kompetensi guru

BUMN penjaminan bantu pengembangan kompetensi guru

PT PII bekerja sama dengan ProVisi Education dan Kemendikbud tingkatkan kompetensi guru di Gresik, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas)

Jakarta (ANTARA) - BUMN PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Persero (PT PII) turut membantu pengembangan kompetensi guru pada era pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru saat ini.

"Dalam situasi pandemi global ini, pendidikan harus tetap dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia salah satunya adalah pengembangan kompetensi guru," ujar Direktur Utama PT PII, M Wahid Sutopo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Wapres: Guru harus kompeten wujudkan SDM unggul

Oleh karena itu, kata dia, program tanggung jawab sosial yang dilakukan diharapkan dapat membantu para guru untuk terus mengembangkan ilmu dan kompetensi untuk dapat diterapkan kepada para siswanya.

"Melalui pemerataan pendidikan kompetensi guru ini, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas SDM di bidang pendidikan," jelas dia.

Baca juga: Kemendikbud tingkatkan kompetensi guru SMK bidang kecerdasan buatan

PT PII yang bekerja sama dengan ProVisi Education sebagai mitra pelaksana dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan rangkaian pelatihan dan pendampingan dalam jaringan (daring) pada "Program Pengembangan Literasi Dasar dan Teknologi Guru" untuk 21 sekolah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Melalui pelatihan daring itu diharapkan mampu mempersiapkan guru dalam mengikuti seri pelatihan daring selanjutnya bersama ProVisi Education dan memudahkan guru memilih teknologi yang tepat untuk mengajar daring.

Baca juga: Guru masa depan harus mampu persiapkan murid dengan kompetensi abad 21

PT PII juga memberikan 500 eksemplar “Buku Bacaan Ramah Anak – Kaya Baca” terbitan ProVisi Education ke sekolah penerima manfaat.

Buku tersebut akan menjadi salah satu topik pembahasan dalam salah satu seri pelatihan daring tema literasi dan turut menunjang penguatan literasi di sekolah.

Tidak hanya itu, guru penerima manfaat program pun akan mendapatkan pendampingan secara daring untuk mengetahui perkembangan kompetensinya dalam literasi, numerasi dan teknologi dalam mengajar.

Baca juga: Kemendikbud luncurkan "upskilling" dan "reskilling" bagi guru SMK

Baca juga: IGI minta Dirjen GTK dorong guru kembangkan kompetensinya


 
Pewarta : Indriani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020