BMKG pantau sirkulasi siklonik berpotensi timbulkan cuaca ekstrem

BMKG pantau sirkulasi siklonik berpotensi timbulkan cuaca ekstrem

Siluet petugas keamanan berdiri saat awan mendung menghiasi langit Jakarta, Rabu (21/10/2020). .ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah dan diprediksi dalam tiga hari ke depan beberapa wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Informasi dari Humas BMKG Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Rabu, terpantau adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh serta Kepulauan Riau yang membentuk konvergensi memanjang di perairan Utara Aceh, di Laut Natuna dan perairan barat Sumatera Barat.

Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di perairan Utara Pulau Kalimantan dan di perairan Utara Maluku Utara yang membentuk konvergensi memanjang di perairan utara Pulau Kalimantan, di Kalimantan Barat bagian utara, dari Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tengah dan di Laut Sulawesi.

Baca juga: BMKG ingatkan cuaca ekstrem berpotensi landa pegunungan tengah Jateng

Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Daerah perlambatan kecepatan angin/konvergensi terpantau memanjang di perairan barat Lampung, Jawa Barat bagian selatan, dari Jawa Timur hingga Laut Jawa, di perairan Selatan Jawa Timur, NTT, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Selat Makassar hingga Sulawesi Tenggara dan di Papua Barat.

Wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada Rabu (25/11) adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Baca juga: Cuaca ekstrem di Lombok telan korban jiwa

Selain itu Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Kondisi yang sama masih berlangsung pada Kamis (26/11) di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Barat, NTB, NTT.

Juga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

Baca juga: Atmosfer tidak stabil berpotensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan

Selanjutnya pada Jumat (27/11) wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

Juga Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Selanjutnya, wilayah yang berpotensi dilanda hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Rabu (25/11) adalah Aceh, Bali, dan Kalimantan Utara.

Baca juga: BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan

Kondisi ini masih berpotensi terjadi di wilayah Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat hingga Kamis (26/11).

Untuk wilayah Jawa Barat, Bali, NTT dan Sulawesi Utara, diprediksi masih berpeluang terjadi hujan disertai angin kencang dan petir pada Jumat (27/11).

Untuk wilayah yang diprediksi akan mengalami angin kencang adalah Banten pada 25 - 27 November 2020.

Baca juga: BMKG: Dampak sirkulasi siklonik meluas ke-10 provinsi di Sumatera
 
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020