WCC Palembang ajak perempuan gunakan hak pilih di pilkada

WCC Palembang ajak perempuan gunakan hak pilih di pilkada

Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi. ANTARA/Yudi Abdullah.

Palembang (ANTARA) - Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women`s Crisis Centre-WCC" Palembang, Sumatera Selatan, mengajak kaum perempuan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah secara serentak di tujuh kabupaten pada 9 Desember 2020.

"Menjelang 10 hari pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, kami mengajak perempuan yang memiliki hak pilih menggunakan suaranya memilih calon kepala daerah yang peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan," kata Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi di Palembang, Minggu.

Menurut dia, pelaksanaan pilkada serentak tinggal hitungan hari, WCC Palembang berupaya mengeluarkan seruan untuk meningkatkan partisipasi perempuan menggunakan hak suaranya dan mengingatkan memilih calon kepala daerah yang peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan.

Dalam menentukan pilihan kepada calon bupati dan wakil bupati, perempuan di tujuh kabupaten yang menyelenggarakan pilkada tahun ini, diimbau untuk memperhatikan visi misi dan program kerja calon tersebut.

Baca juga: Bawaslu: COVID-19 hambat keterlibatan perempuan awasi pilkada

Pemilih perempuan di daerah ini harus memastikan masalah hak kesehatan perempuan termasuk kesehatan seksual dan reproduksi perempuan masuk dalam agenda kepemimpinan calon yang akan dipilih.

Kemudian, perlu juga melihat dengan kritis agenda politik para calon dan memilih mereka yang mendukung agenda perubahan posisi perempuan untuk setara dengan laki-laki.

Jika visi dan misi serta program kerjanya peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan tersebut, perempuan tidak hanya memantapkan pilihan kepada calon kepala daerah tersbeut tetapi juga wajib memperjuangkan kemenangannya.

Untuk memperjuangkan kepala daerah tersebut, WCC mengajak seluruh perempuan di daerah ini memonitor seluruh proses menuju hari H pemungutan suara pilkada untuk memastikan pesta demokrasi rakyat itu bersih, bebas politik uang, intimidasi, isu SARA dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Pilkada di provinsi dengan 17 kabupaten/kota itu diselenggarakan secara serentak pada 9 Desember 2020 di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas, dan kabupaten Musirawas utara.

Baca juga: Upaya tingkatkan partisipasi perempuan di Pilkada serentak 2020

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih di tujuh kabupaten tersebut mencapai 1.832.660 yang sebagian merupakan pemilih perempuan dan milineal.

Dengan partisipasi perempuan menggunakan hak suaranya dengan tepat diharapkan semua kepala daerah yang terpilih sesuai dengan harapan perempuan, kata Yeni.

Ketua KPUD Sumsel Kelly Mariana menargetkan partisipasi pemilih dalam pilkada serentak di tujuh kabupaten dalam provinsi setempat yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember mencapai 80 persen.

"Target partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah masing-masing kabupaten yang menyelenggarakan pilkada cukup tinggi sekitar 80 persen dari total pemilih mencapai 1.832.660 orang," ujarnya.

Baca juga: Menteri PPPA dorong perempuan aktif kawal pilkada serentak
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020