Universitas Pertamina kembangkan software pengolahan data seismik

Universitas Pertamina kembangkan software pengolahan data seismik

Ilustrasi - Aktivitas penelitian di Universitas Pertamina. ANTARA/Dokumentasi.

Jakarta (ANTARA) - Universitas Pertamina kembali berkolaborasi bersama Innovation and New Venture (INV) PT Pertamina mengembangkan perangkat lunak atau software pengolahan data seismik berbasis web dan komputasi awan.

"Dengan perangkat lunak ini, pekerja tak lagi dibatasi ruang dan waktu untuk tetap produktif melakukan pekerjaan eksplorasi kapan saja dan di mana saja. Proyek kerja sama ini juga kami harap bisa menjadi katalis perkembangan riset pengolahan seismik lanjut di Indonesia," ujar Dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Agus Abdullah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan inovasi itu berdampak pada efisiensi dan optimalisasi proses bisnis energi.

Sementara itu, Principal Exploration Research Upstream Research & Technology Innovation PT Pertamina (Persero), Tavip Setiawan, menyebut kolaborasi dengan Universitas Pertamina mampu memberikan solusi dalam menjawab tantangan-tantangan eksplorasi migas Pertamina di masa depan.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi OSES selesaikan seismik 3D area Ambar-CBU
“Pertamina INV sangat mengapresiasi Universitas Pertamina sebagai kolaborator dari riset ini untuk mewujudkan sinergi antara akademik dan industri,” kata Tavip.

Kolaborasi penelitian dengan industri memang jadi salah satu kekuatan Universitas Pertamina dalam menjawab tantangan energi. Sehingga, keselarasan antara tuntutan industri dengan profil lulusan dapat terpenuhi. Hal ini juga sejalan dengan program Kampus Merdeka untuk memperkuat ekosistem pentahelix antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Riset lain yang juga menuai sukses adalah kolaborasi Universitas Pertamina dengan Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Keduanya melakukan Studi Geologi dan Geofisika Fase 1: Pematangan Evaluasi G&G untuk Portofolio Sanga-Sanga.

Dosen Teknik Geologi, Epo Prasetya Kusumah, mengatakan bahwa riset itu berhasil mengungkap konsep eksplorasi baru di daerah Kalimantan Timur.
Baca juga: Lampaui target, PHE Jambi Merang tuntaskan survei seismik 2D
Baca juga: Aktivitas seismik dan deformasi Merapi terus meningkat


"Kerja sama ini mendukung Pertamina Hulu Sanga Sanga dalam mengerucutkan dan mematangkan prospek-prospek ladang migas untuk dikembangkan," kata Epo.

Manfaat kolaborasi dengan industri, dirasakan pula oleh mahasiswa mahasiswi. Putri Dewi Nur Aeini, mahasiswi Teknik Geologi Universitas Pertamina, mengungkapkan,

“Dengan penelitian ini saya memperoleh pengalaman nyata dunia kerja migas. Misalnya, saya mendapat pemahaman kondisi geologi cekungan Kutai termasuk lingkungan pengendapan delta yang sudah banyak dilakukan ekplorasi dan eksploitasi migas. Saya harap, ilmu dan pengalaman ini dapat saya aplikasikan di dunia kerja nantinya."

Selain memberikan kesempatan untuk terjun secara langsung melalui proyek penelitian, Universitas Pertamina juga mewajibkan para mahasiswa untuk melakukan kerja praktik atau magang sebagai salah satu syarat kelulusan.

“Ini merupakan salah satu upaya kami dalam mempersiapkan para lulusan menjadi individu yang tidak hanya ‘siap pakai’, tetapi juga adaptif dan inovatif,” ungkap Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka, PhD.
Baca juga: Gelombang seismik aktivitas Gunung Merapi mulai dinamis

Pewarta : Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020