Pasien COVID-19 di Kulon Progo tambah 18 kasus menjadi 547 kasus

Pasien COVID-19 di Kulon Progo tambah 18 kasus menjadi 547 kasus

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Baning Rahayujati. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam 24 jam terakhir bertambah 18 kasus baru, sehingga total menjadi 547 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Jumat, mengatakan 18 kasus baru ini, yakni KP-530 sampai KP-547.

"Perubahan situasi COVID-19 per 4 Desember 2020 ada 18 kasus, yakni dari Nanggulan yang memiliki kontak KP-454, Wates, Pengasih, Panjatan dan Sentolo. Sebanyak 15 pasien terkofirmasi COVID-19 menjalani isolasi mandiri, dan tiga di rumah sakit rujukan dan Rumah Singgah Teratai," kata Baning.

Ia mengatakan hari ini, juga ada satu pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal, yakni KP-547. Kemudian satu pasien probable juga meninggal, laki-laki umur 79 tahun warga Pengasih, dan satu pasien konfirmasi sembuh, yakni KP-434 warga Temon.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total suspek sebanyak 2.231 dengan rincian 34 probable meninggal dunia, 547 konfirmasi, dan 1.650 discarded. Dari 547 pasien terkonfirmasi COVID-19 rinciannya 37 isolasi rumah sakit, 218 isolasi mandiri, 280 sembuh, dan 12 meninggal dunia.

Baca juga: Sebanyak 10 pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo sembuh

Baca juga: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo capai 244 kasus


Adapun sebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 di setiap kecamatan, yakni Wates 96 kasus, Pengasih 88 kasus, Sentolo 83 kasus, Kokap 54 kasus, Nanggulan 49 kasus, Lendah 42 kasus, Panjatan 39 kasus, Temon 35 kasus, Galur 33 kasus, Kalibawang 15 kasus, Girimulyo tujuh kasus, dan Samigaluh enam kasus.

"Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi ada di Wates, Pengasih dan Sentolo. Kemudian kecamatan dengan lonjakan kasus di Wates dan Nanggulan," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutejdo mengakui tingginya peningkatakan kasus penyebaran COVID-19 di wilayah ini selama tiga minggu terakhir, disebabkan rendahnya disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Selama November ini, terjadi lonjakan penambahan pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo. Hal ini tidak lepas dari rendahnya tingkat disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan," kata Sutedjo.

Menurut dia, ilmu pencegahan penyebaran COVID-19 adalah protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan. Oleh karena itu, hal yang harus dilakukan secara terus menerus adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dan sosialisasi pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan.

"Kami menyadari kedisiplinan masyarakat Kulon Progo masih rendah. Ada yang masyarakat dengan tingkat disiplin tinggi, tapi ada juga abai terhadap disiplin protokol kesehatan. Menghadapi pandemi COVID-19 ini harus kompak, jadi kalau perlu disiplin total. Kita ini masih ada yang abai, dan yang meremehkan COVID-19," katanya.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo tutup tiga kantor layanan publik akibat COVID-19

Baca juga: Disdukcapil Kulon Progo direkomendasikan ditutup akibat COVID-19
Pewarta : Sutarmi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020