Menteri Basuki: Kegiatan PUPR sediakan lapangan kerja

Menteri Basuki: Kegiatan PUPR sediakan lapangan kerja

Insan BPJN Sulut melakukan gerakan penanaman pohon di KSPN Likupang, Minahasa Utara meriahkan perayaan 'Hari Bakti PUPR ke-75'. ANTARA/Karel A Polakitan.

Manado (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, semua kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilaksanakan ujung-ujungnya penyediaan lapangan pekerjaan.

"Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, dalam rangka penanganan dampak pandemi kita tidak main main dalam penyediaan lapangan pekerjaan," ujar Menteri Basuki Hadimuljono saat membawakan sambutan secara daring penanaman pohon di infrastruktur berkelanjutan di 'Hari Bakti PUPR ke-75, Sabtu.

Lapangan kerja yang disediakan itu untuk membantu sekitar 9-10 juta pekerja yang terdampak COVID-19.

Baca juga: Menteri PUPR: Empat proyek prioritas untuk buka lapangan kerja di 2021

"Pengangguran bertambah, tenaga kerja baru bertambah,  pemutusan hubungan kerja bertambah sehingga lapangan kerja harus disediakan di tahun berikutnya," ujarnya.

Karena itu menurut Menteri Basuki, semua kegiatan yang dilakukan Kementerian PUPR ujung ujungnya adalah penyediaan lapangan pekerjaan.

"Pasti hasilnya adalah pembangunan, akan tetapi prosesnya adalah penyediaan lapangan pekerjaan," katanya.

Menteri mencontohkan kegiatan penanaman pohon di sekitar infrastruktur berkelanjutan seperti jalan tol, waduk, serta di kawasan perumahan, membuka peluang penyediaan lapangan pekerjaan.

"Kalau kita kontrakkan kepada organisasi kemasyarakatan yang ada di desa sebagai penanggung jawab pemeliharaan pohon-pohon yang ditanam, akan membuka lapangan pekerjaan," sebutnya.

Baca juga: Kementerian PUPR programkan penghijauan di Pasar Pariaman

Peluang terbukanya lapangan pekerjaan juga akan semakin besar, apabila mulai dari proses pembibitan, penanaman ataupun pemeliharaan dikerjasamakan.

"Kita akan rumuskan lagi keberlanjutan penanaman dan pemeliharaan pohon yang ditanam ini," sebutnya.

Gerakan penanaman pohon ini, sebut Menteri, adalah bagian mewujudkan 'Green Economy' yang terus mendapatkan perhatian dari pencinta lingkungan.

"Ini juga bisa menjadi bentuk promosi Indonesia menuju Green Economy," ujarnya.*

Baca juga: Pandemi, kebijakan sektor perumahan berdasarkan prinsip ekonomi hijau
Baca juga: PUPR: Pemda bisa ajukan program perumahan lewat Sibaru
Baca juga: Hari Bakti PU ke-75, sumbangsih PUPR bagi negeri di era Covid
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020