BPJN Sulut lakukan gerakan penanaman pohon di KSPN Likupang

BPJN Sulut lakukan gerakan penanaman pohon di KSPN Likupang

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Agung Hari Prabowo (kanan) foto bersama dengan Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Kementerian PUPR, Ir Thomas Setiabudi Aden, M.Sc.Eng (kiri) pada acara penanaman pohon di KSPN Likupang merayakan Hari Bakti PUPR ke- 75. ANTARA/Karel A Polakitan.

Manado (ANTARA) - Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Agung Hari Prabowo mengatakan, jajarannya melakukan gerakan penanaman pohon di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu.

"Ada beberapa titik yang telah kami lakukan penanaman, termasuk di KSPN Likupang ini. Secara keseluruhan ada sebanyak 1.050 anakan pohon berbagai jenis yang kita tanam. Penanaman pohon ini dalam rangkaian Hari Bakti PUPR ke-75," sebut Agung di Likupang.

Dipilihnya KSPN Likupang sebagai pusat kegiatan, kata dia, karena kawasan ini menjadi satu di antara lima KSPN di Indonesia yang telah ditetapkan Presiden Jokowi.

Baca juga: Menteri Basuki: Kegiatan PUPR sediakan lapangan kerja

"Anakan pohon ini kita tanam di lokasi-lokasi infrastruktur berkelanjutan," ujarnya.

Selain jenis mahoni, tanaman produktif bernilai ekonomis lainnya yang ditanam, yaitu matoa, durian, dan rambutan.

"Harapannya, selain memiliki fungsi konservasi juga akan memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat di kemudian hari," ujarnya.

Dia pun berharap, masyarakat ikut merawat dan memelihara anakan pohon yang di tanam di sejumlah lokasi itu.

"Kami juga akan membangun kemitraan dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat untuk bersama-sama menjaga dan memeliharanya," ujarnya.

Baca juga: Menteri PUPR: Empat proyek prioritas untuk buka lapangan kerja di 2021

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Kementerian PUPR, Ir Thomas Setiabudi Aden, M.Sc.Eng menambahkan, infrastruktur yang dibangun bukan untuk PUPR sendiri, tapi masyarakat sekitar.

"Ini (infrastruktur) yang dibangun untuk masyarakat Sulut, termasuk tanaman yang sudah ditanam. Kami titipkan kepada masyarakat untuk dipelihara," ujarnya.

Gerakan penanaman yang dilakukan Kementerian PUPR termasuk di wilayah Sulut ini, sebut dia, merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan.

"Mari kita jaga bersama-sama," ajaknya.*
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020