PLN imbau waspadai lowongan kerja palsu

PLN imbau waspadai lowongan kerja palsu

PLN minta masyarakat berhati-hati terhadap maraknya penipuan terkait rekrutmen pegawai yang mengatasnamakan PLN.  (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - PT PLN (Persero) mengimbau seluruh masyarakat Maluku Utara (Malut) dan berbagai daerah lainnya di Indonesia untuk berhati-hati terhadap maraknya penipuan terkait rekrutmen yang mengatasnamakan PLN.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi di Ternate, Selasa, menyatakan, PLN tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN.

Selain itu, tidak ada sistem reimbursement atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi, sehingga masyarakat harus selektif dalam mendapatkan berbagai informasi yang diperoleh, apalagi menyangkut dengan informasi soal lowongan kerja.

"Untuk rekrutmen, PLN tidak pernah meminta atau mengutip biaya apapun kepada calon pegawai atau peserta yang mengikuti rekrutmen," ujarnya.

Agung menegaskan, PLN hanya memiliki satu link resmi yang dikelola oleh PLN pusat untuk melakukan perekrutan pegawai melalui alamat web rekrutmen.pln.co.id.

Melalui web tersebut, pelamar dengan mudah dapat mengakses informasi tentang lowongan kerja yang dibuka serta pengumuman hasil seleksi calon pegawai PLN dapat dilihat disana.

"Tidak ada situs apapun selain di rekrutmen.pln.co.id sebagai media resmi PLN untuk penerimaan maupun panggilan calon pegawai. Jika ada, maka saya pastikan itu adalah penipuan, jangan terkecoh. Jadi, saya imbau silakan buka situs tersebut untuk info rekrutmen," kata Agung.

Dirinya menyampaikan, jika ada pengumuman rekrutmen PLN maka peserta akan diinformasikan melalui email rekrutmen@pln.co.id atau ke Kantor PLN setempat, guna menghindari adanya penipuan.

Baca juga: Benarkah PLN membuka lowongan kerja pada awal 2020?
Baca juga: PLN buka lowongan kerja bagi lulusan SMA/SMK di 27 kota
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020