Proyek JIS berpotensi tingkatkan ekonomi kawasan

Proyek JIS berpotensi tingkatkan ekonomi kawasan

Pekerja menyelesaikan pemasangan rumput untuk lapangan latih di Kompleks Stadion Utama Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Jumat (23/10/2020). Sebanyak dua lapangan latih JIS mulai dipasang rumput hibrid berstandar internasional pertama di Indonesia yang ditargetkan selesai pengerjaannya pada Desember 2020. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Jakarta (ANTARA) - Proyek Jakarta International Stadium (JIS) berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian kawasan, menyusul rencana peresmian fasilitas latihnya pada Desember 2020 ini.

"Proyek ini, berpotensi membawa harapan yang baik bagi warga sekitar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Bambang Ismadi, di Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan, pihaknya melihat akan banyak yang terlibat secara bisnis, termasuk industri pariwisatanya, mulai dari yang kecil-kecil hingga yang besar khususnya bidang makanan dan minuman.

Selain itu, ia menyebut kawasan stadion yang terletak di Kecamatan Tanjung Priok ini, dapat menjadi alternatif bagi warga untuk berwisata dalam kota.

Direktur Utama BUMD DKI bidang pariwisata, Jakarta Tourisindo (Jaktour) Novita Dewi, saat dihubungi dari tempat lainnya, juga melihat proyek JIS akan membawa dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata khususnya di daerah Tanjung Priok.

Menurut Novita, JIS tidak hanya akan menjadi tempat olahraga, tetapi juga akan menjadi objek wisata bagi masyarakat umumnya.

Baca juga: Rangka atap JIS telah terpasang sampai dengan pekan ke-66

Selain sebagai tempat pertandingan sepak bola, JIS juga bisa dijadikan tempat untuk pertunjukan langsung dan berbagai agenda sehingga akan banyak aktivasi pariwisata yang akan digelar di sana dan sektor perhotelan pun akan mendapatkan manfaat positif karenanya.

"Jakarta Experience Board menyambut baik pembangunan tersebut, kami pun akan mempersiapkan diri dengan melakukan pembenahan pada hotel-hotel kami yang berada di area-area dekat dengan JIS sehingga tercipta ekosistem pariwisata yang ideal," ucapnya.

Terlebih, tegasnya, jika objek wisata yang megah itu ditunjang dengan pilihan akomodasi yang nyaman.

Peluang bisnis
Bagi kalangan pengusaha, JIS akan menjadi peluang bisnis dan ekonomi yang tinggi, mengingat potensinya untuk menjadi ikon tempat orang berkumpul, terlebih jika telah terbangun menjadi stadion internasional yang akan menggelar pertandingan nasional dan internasional.

"Selain itu, letak stadion ini sangat strategis karena berdekatan dengan kawasan Ancol, jadi terbuka kemungkinan orang itu sebelum atau sesudah menonton bola itu ke Ancol karena dekat. Jadi dampak ekonomi dan peluang bisnis itu sangat-sangat terbuka dan sangat punya potensi dan prospek bagi masyarakat Jakarta," kata Ketum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang saat dihubungi.

Baca juga: Program RAP dinilai untungkan warga terdampak proyek JIS

Karenanya, kata Sarman, pengusaha mengharapkan sejak awal bisa ditentukan lokasi yang bisa dijadikan usaha di sekitar stadion seperti tempat makanan dan minuman, sarana dan prasarana olah raga dan tempat wisata olahraga, bukan hanya di dalam kawasan, tapi juga di luar kawasan.

Kemudian, lanjut dia, harus juga dimatangkan rencana penyediaan transportasi umum yang mumpuni untuk menunjang akses dari dan ke stadion yang akan menjadi ikon baru Jakarta tersebut, selain menyediakan sarana parkir yang mumpuni.

"Kami juga berharap di stadion itu dibangun titik tempat orang berfoto, ini bisa jadi daya tarik sekaligus mempromosikan stadion itu lewat tempat orang berfoto, karena itu akan beredar di medsos dan akan menambah animo orang ke sana," ucapnya.

Kendati demikian, kata Sarman, pembangunan stadion JIS juga harus dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat sekitar dengan membuatkan fasilitas-fasilitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikhususkan bagi warga sekitar.

"Harus ada pengelompokan untuk menengah atas dan juga UMKM yang lebih baik diberikan pada warga sekitar semisal warung makanan dan minuman ringan, termasuk pembuatan dan penjualan suvenir olah raga itu berikan saja ke masyarakat sekitar," ucapnya.

Baca juga: Jakpro libatkan industri olahraga lokal untuk rawat venue

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencatat progres pembangunan fisik proyek JIS sudah mencapai 38,69 persen sampai dengan pekan ke-66 yang pencapaian pembangunan fisiknya meliputi perakitan rangka atap serta penanaman rumput jenis hibrida di dua lapangan latihan.

Jakpro telah merampungkan pembuatan konstruksi untuk akomodasi termasuk pekerjaan struktur atas, mulai dari kolom lantai-lantai di area tribun, begitu juga dengan kolom-kolom utama dan penyangga utama.

Investasi JIS total sekitar Rp4,08 triliun itu, dibangun di atas lahan seluas 221.000 meter persegi dengan kapasitas tampung penonton mencapai 82.000 orang.

JIS bakal dilengkapi beberapa fasilitas untuk menunjang Kawasan Olah raga yang terpadu, mulai dari stadion utama, tempat terbuka, lereng barat dan timur, dua lapangan latih, plaza publik, parkir luar ruangan dapat menampung 457 mobil dan 76 lot bus.

Jakpro pun nantinya akan membangun area area residen dan komersial dalam satu area yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik (TOD) di sisi barat stadion, sekitar 250 meter dari stadion utama.

Baca juga: DPRD DKI nilai positif memukimkan kembali warga terdampak proyek JIS

Sedangkan transportasi yang tersedia diarea TOD adalah halte TransJakarta dan LRT.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020