Wakabareskrim: Peredaran narkoba jenis sabu naik selama 2020

Wakabareskrim: Peredaran narkoba jenis sabu naik selama 2020

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat (kedua kiri) didampingi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar (kanan) saat akan memasukkan paket sabu ke dalam mesin insenerator untuk dimusnahkan, di halaman Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (23/12/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat menyebut bahwa peredaran narkoba jenis sabu-sabu meningkat sepanjang tahun 2020.

Berdasarkan data Bareskrim Polri, pada 2019 peredaran narkoba jenis sabu-sabu mencapai 2,7 ton. Kemudian pada 2020 meningkat 119 persen menjadi 5,91 ton.

"Berdasarkan data statistik kami, sabu paling banyak digunakan terutama saat pandemik COVID-19," ujar Irjen Wahyu di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Bareskrim musnahkan barang bukti 89 kg sabu-sabu dan 290 kg ganja

Baca juga: Polisi sita sabu 200 kg dalam karung jagung asal Myanmar


Dikatakannya, penggunaan narkoba jenis sabu tidak lagi terpusat di tempat-tempat hiburan malam, tetapi dapat digunakan di rumah, apartemen atau hotel. Pengirimannya pun dapat dilakukan secara daring.

Sementara Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar menambahkan peredaran narkoba jenis tembakau gorila juga meningkat selama 2020. Jika dibandingkan dengan data peredaran narkoba 2019, pada 2020, jumlah peredarannya meningkat 722,50 persen. Tercatat pada 2019, jumlah peredaran tembakau gorila sebanyak 12,92 kg, sedangkan pada 2020 mencapai 139,92 kg.

"Tembakau gorila itu biasanya anak-anak muda yang menggunakan. Anak-anak di bawah 25 tahun yang ingin coba-coba," tutur Krisno.

Selain itu, lanjut Krisno, pengedaran narkoba dari dalam lapas juga semakin marak. Bahkan para pemasok lebih banyak mendapatkan keuntungan dari penjualan secara eceran karena harganya lebih mahal dibandingkan penjualan dalam ukuran kilogram.

"Jalur laut juga kembali meningkat setelah pada 2018, kami tindak tegas, 2019 menurun dan sekarang (tahun 2020) meningkat lagi," tutur Krisno.

Sepanjang 2020, Polri tercatat telah menuntaskan 33.860 kasus narkoba dari 38.292 kasus di tahun 2020 atau sebesar 88 persen penyelesaian perkara. Selain itu Polri berhasil menyita barang bukti 50,1 ton ganja, 5,53 ton sabu-sabu, 737.384 butir ekstasi, 41.765 gram heroin, 330 gram kokain dan 104.321 gram tembakau gorila.

Baca juga: Bareskrim musnahkan 175,6 kg sabu-sabu asal Malaysia

Baca juga: Bareskrim Polri bagikan 10 ribu paket sembako untuk DKI, Jabar, Banten
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020