Rumah sakit kewalahan, Meksiko mulai vaksinasi COVID

Rumah sakit kewalahan, Meksiko mulai vaksinasi COVID

Petugas kesehatan memakai alat pelindung diri (APD) saat melakukan tes virus corona (COVID-19) pada seorang warga di Meksiko, Senin (20/7/2020), dalam kunjungan dari rumah ke rumah di Kotamadya Tiahuac, salah satu wilayah penularan tinggi di Kota Meksiko, saat wabah berlanjut. (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Jasso/foc/djo.)

Mexico City (ANTARA) - Meksiko berencana mulai menyuntik para petugas kesehatan untuk melawan COVID-19 pada Kamis, ketika kiriman pertama vaksin datang.

Sementara itu, pemerintah sedang memerangi lonjakan tajam infeksi yang membuat kemampuan rumah sakit telah mencapai batas.

Vaksinasi akan dimulai di rumah sakit di Mexico City dan kota utara, Saltillo, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pada Rabu (23/12) sebelum vaksin Pfizer pertama diterbangkan ke ibu kota negara itu dari Belgia.

"Benar bahwa kita masih menghadapi pandemi yang luar biasa, tetapi hari ini adalah awal dari sebuah akhir," kata Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard pada konferensi pers di bandara Mexico City.

Namun, pengiriman pertama hanya berisi 3.000 dosis vaksin. Yang berikutnya akan berisi 50.000 dosis.

Meksiko dijadwalkan menerima 1,4 juta unit vaksin Pfizer hingga 31 Januari, kata kementerian luar negeri.

Sebaliknya, Kosta Rika mengatakan akan menerima 9.750 dosis pertama vaksin Pfizer pada Rabu malam.

Lopez Obrador mengatakan dia ingin vaksin itu digunakan di daerah-daerah lainnya ketika para pejabat berusaha menjangkau pekerja di hampir 1.000 rumah sakit yang merawat pasien virus corona di seluruh negeri.

Orang-orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis akan menjadi kalangan berikutnya yang akan diberi vaksin.

Pfizer's adalah vaksin COVID-19 pertama yang tiba di Meksiko.

Meksiko juga telah menandatangani kesepakatan pembelian vaksin dari perusahaan-perusahaan lain.

Dengan tingkat hunian tempat tidur rumah sakit yang melonjak, Meksiko telah menempatkan ibu kota beserta dua negara bagian berpenduduk padat di bawah penguncian yang tidak terlalu ketat untuk mencoba mencegah virus menyebar lebih parah.

Pemerintah juga mendesak penduduk untuk menghindari pertemuan dan bersosialisasi selama liburan.

Sebuah studi kelompok penelitian CIDE Universitas Stanford-Meksiko menemukan Mexico City dapat melampaui kapasitas rumah sakitnya pada akhir Desember dan memuncak pada akhir Januari.

Akhir pekan lalu, pemerintah Mexico City mengirimkan pesan teks yang menyebutkan bahwa rumah sakit "sedang mencapai batas".

Meksiko telah mencatat hampir 1,4 juta kasus dan 119.495 kematian akibat COVID-19, jumlah kematian tertinggi keempat di dunia.

Di pusat kota Mexico City yang ramai, spanduk memperingatkan "Anda berada di area infeksi tinggi", sementara pesan di pengeras suara mendesak masyarakat untuk memakai masker dan menghindari pesta.

"Satu-satunya hal yaitu kita semua sehat dan melalui tahun ini," kata pedagang kaki lima Ricardo Flores tentang keluarganya. "Tidak akan ada makan malam Natal, tidak akan ada hadiah."

Gerardo Reyes, seorang akuntan, menjelaskan bahwa dia telah mengambil tindakan pencegahan agar keluarganya bisa merayakan bersama. "Kami sudah menjalani tes untuk memastikan kami tidak akan mengalami masalah," katanya.

Penjual makanan jalanan, Fidelina Esperon, resah karena mata pencahariannya bisa terancam.

“Sedikit yang saya tabung, sudah saya habiskan semuanya,” katanya.

Sumber : Reuters

Baca juga: Meksiko setujui penggunaan darurat vaksin COVID Pfizer

Baca juga: Meksiko kemungkinan pesan 22 juta dosis tambahan vaksin COVID J&J

Baca juga: AS, Kanada, Meksiko masih tutup perbatasan hingga Desember


 

Perayaan Hari Kematian di Meksiko tak terhenti karena pandemi

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020