Masyarakat sebut terobosan Kemendikbud sangat bermanfaat

Masyarakat sebut terobosan Kemendikbud sangat bermanfaat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam peluncuran kebijakan Merdeka Belajar episode III tentang perubahan mekanisme dana BOS di Jakarta. ANTARA/HO-Humas Kemendikbud/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pelaku pendidikan mulai guru, dosen, orang tua, mahasiswa, siswa, hingga pelaku seni dan budaya menilai inovasi maupun terobosan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama pandemi COVID-19 sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan penggantian UN membuat guru tidak lagi terbebani administrasi sehingga banyak menuangkan ide kreatif inovatifnya dalam pembelajaran, sehingga tidak hanya fokus ke kognitif siswa,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pakem, Sleman, Yogyakarta, Tri Worosetyaningsih, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Berbagai terobosan baik di bidang pendidikan maupun kebudayaan, terlebih di masa sulit akibat pandemi COVID-19 dinilai menjadi angin segar pada pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Setidaknya, berbagai terobosan tersebut dibedakan ke dalam dua kategori. Pertama, enam episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan sejak akhir 2019. Keenam episode itu adalah penyederhanaan pelaksanaan pembelajaran dan Penghapusan Ujian Nasional, Kampus Merdeka, Penyederhanaan Mekanisme Pencairan Dana Bantuan Operasional (BOS), Program Organisasi Penggerak (POP), Program Guru Penggerak (PGP) dan Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi.

Baca juga: Legislator apresiasi kebijakan Kemendikbud bantu sektor pendidikan

Kedua, kebijakan Kemendikbud selama pandemi COVID-19. Terobosan yang dilakukan antara lain relaksasi pemanfaatan dana BOS, bantuan kuota internet, bantuan subsidi upah untuk guru honorer dan tenaga kependidikan, apresiasi pelaku budaya, penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT), hingga kurikulum darurat.

“Program Kampus Merdeka memberikan terobosan dalam mereorientasi pendidikan sehingga sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada,Wisnu Nurcahyo.

Baca juga: Kemendikbud luncurkan tiga kebijakan untuk mahasiswa dan sekolah

Penyederhanaan dan relaksasi dana BOS juga turut dirasakan manfaatnya seperti yang diungkap Kepala SMP Negeri 1 Banda, Maluku Tengah, Nurdin Achmad.  Ia mengaku kebijakan itu memiliki fleksibilitas memakai anggaran untuk menjalankan pendidikan, membayar guru honorer, termasuk memberi bantuan kuota pulsa untuk siswa dan guru selama pembelajaran daring.

“Proses transfer yang dilakukan langsung ke rekening juga membuat dana BOS diterima tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Nurdin.

Soal kebijakan di masa pandemi dirasakan para mahasiswa dan juga guru honorer. Diantaranya mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Rezeki Dewi Ratna Swari, mahasiswa Fakultas Universitas Tanjung Pura Haris Munandar, Guru Honorer dan Orang tua siswa TK Islam 2 Kauman Patih Jawa Tengah Catur Rahayu Septyarini, Guru Honorer SMA dan SMP Tulang Bawang Barat Afifah Adhasari, dan Dosen Honorer STKIP Bandar Lampung, Sri Murni.

Mereka menyebut bantuan kuota internet, keringanan UKT, dan subsidi upah guru mampu membantu aktivitas belajar mengajar mereka di masa sulit.

“Sebelum pandemi saya menambah penghasilan dengan menitipkan roti di kantin. Selama pandemi kantin tutup. Subsidi upah sangat membantu,” tutur Guru Honorer SMA dan SMP Tulang Bawang Barat Afifah Adhasari.

Baca juga: IGI apresiasi kebijakan Mendikbud soal dana BOS untuk kuota internet

Pendiri Institut Musik Jalanan Andi Malewa mengakui berbagai program Kemendikbud mampu membantu kelanjutan pertunjukan yang sepanjang tahun lalu terhenti.

“Sebelum pandemi musisi jalanan bisa bermain di berbagai tempat, namun sekarang praktis semua tempat ditutup sehingga kami memikirkan cara tetap bertahan. Ternyata kami tidak sendiri. Ada peran pemerintah yang membantu dan mendorong kita dengan stimulus agar tetap bisa melakukan hal kreatif,” kenang Andi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menyatakan, sejak awal kebijakan pendidikan dan kebudayaan disusun untuk memastikan seluruh insan pendidikan dan pelaku seni budaya mampu merasakan manfaatnya.

“Termasuk saat kita terpaksa harus menghadapi situasi sulit pandemi seperti saat ini,” kata Nadiem.

Baca juga: Kemendikbud : Tujuan Kampus Merdeka hasilkan lulusan yang relevan
Baca juga: Merdeka Belajar episode keenam terobosan akselerasi Kampus Merdeka

Pewarta : Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021