Presiden ingatkan tetap disiplin 3M meski akan vaksinasi COVID-19

Presiden ingatkan tetap disiplin 3M meski akan vaksinasi COVID-19

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas Penanganan Pandemi COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri.

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan meskipun nantinya sudah diberikan vaksin COVID-19.

“Titip ini kepada tetangga, saudara, teman semua, meski vaksinasi sudah dilakukan, tetap yang namanya 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan tetap harus kita lakukan, harus disiplin,” kata Presiden Jokowi di sela penyaluran Bantuan Modal Kerja di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Presiden Jokowi menekankan protokol kesehatan tetap harus dilakukan secara disiplin. Dia mengharapkan dengan dilaksanakannya vaksinasi pada pekan depan, dan juga kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, maka kondisi Indonesia dapat kembali ke normal.

Baca juga: Vaksinasi Presiden satu-dua hari setelah izin BPOM keluar
“Sekali lagi, jangan menyerah, tetap berusaha keras, bekerja keras, agar usaha nanti pada kondisi normal kembali baik lagi. Kita harapkan tahun ini sudah kondisi normal, bulannya tidak tahu, bisa kuartal pertama, bisa kuartal kedua,” ucap Presiden.

Pemerintah akan melangsungkan vaksinasi COVID-19 secara perdana pada 13 Januari 2021. Presiden Jokowi akan memimpin langsung penyuntikan perdana vaksinasi COVID-19.

Meskipun sudah merencanakan vaksinasi pada pekan depan, pemerintah tetap akan menunggu terbitnya izin edar darurat (Emergency Use Authoritation/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Total akan ada 181 juta rakyat Indonesia yang akan diberikan vaksin COVID-19. Sebanyak 181 juta rakyat yang divaksinasi itu ditentunkan sebagai kriteria mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity) di Indonesia.
Baca juga: Presiden Jokowi: Pemerintah pastikan ketersediaan 329,5 juta vaksin

Baca juga: MUI: Fatwa Sinovac terbit sebelum Presiden Jokowi divaksinasi
Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dapat diselesaikan dalam 15 bulan.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Rabu(6/1), vakinsasi tahap pertama dilakukan terhadap 1,6 juta tenaga kesehatan dan akan selesai di Januari atau Februari 2021.

Tahapan selanjutnya adalah vaksinasi kepada 17,4 juta tenaga layanan publik, dan 21,5 juta rakyat Indonesia yang berusia lanjut.

“Tahapan berikutnya yang lebih besar yaitu tahapan untuk 17,4 juta tenaga layanan publik dan 21,5 juta rakyat dengan usia lanjut. Kami harapkan bisa kita mulai di bulan Maret atau April 2021 juga,” ujar Budi usai rapat terbatas.

Baca juga: Ditantang Presiden, Menkes upayakan vaksinasi COVID-19 selesai setahun
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021