PVBMG sebut Gunung Ili Lewotolok masih terus erupsi

PVBMG sebut Gunung Ili Lewotolok masih terus erupsi

Gunung api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Rabu (2/12/2020). Berdasarkan laporan dari Pos Pemantauan Gunung Ili Lewotolok aktivitas gunung api masih fluktuatif, artinya erupsinya masih terus terjadi dengan intensitas sedang dan tinggi.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat ini masih terus erupsi dan terakhir terjadi pada Jumat, pukul 08.20 Wita.

"Telah terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok, NTT, pada 8 Januari 2020 pukul 08.20 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 meter di atas puncak (± 2.423 meter di atas permukaan laut)," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok Stanis Ara Kian dihubungi dari Kupang, Jumat.

Baca juga: Pemkab Lembata pulangkan ribuan pengungsi erupsi Ile Lewotolok

Berdasarkan laporan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 25 menit," katanya.

Sampai saat ini erupsi masih berlanjut sementara letusan disertai suara gemuruh juga masih terjadi.

Baca juga: PVMBG tambah alat pendeteksi antisipasi erupsi Ili Lewotolok

Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada di lokasi itu dan tidak melakukan pendakian.

Selain tidak diizinkan beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 km dari puncak atau pusat aktivitas gunung.

Sementara itu dari hasil pantauan visual sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan 12.00 Wita, pihaknya melaporkan bahwa asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 700-1000 meter di atas puncak kawah.

Baca juga: Puluhan suku di lereng Gunung Ili Lewotolok gelar ritual

Kemudian juga terjadi empat kali letusan dengan tinggi abu berkisar dari 700-1.000 meter dan warna asap putih dan kelabu.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Lembata, NTT telah memulangkan ribuan warga dari 15 desa yang mengungsi akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok itu

"Warga dari 15 desa sedang dalam proses pemulangan. Tinggal satu desa yaitu Desa Jontana yang belum bisa dipulangkan karena berada pada radius di dalam 4 km dari kawasan bencana," kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Baca juga: Waspadai lahar dingin dari Gunung Ili Lewotolok saat hujan lebat

 
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021